

Mencari alternatif Watase Uake untuk menyusun Systematic Literature Review (SLR)? Pilihan yang tepat bergantung pada tahap SLR yang ingin Anda bantu: mencari literatur, memetakan tren, menyaring artikel, atau menyintesis temuan. Artikel ini memetakan setiap tahap tersebut, lalu membandingkan JurnalFlow, Publish or Perish, VOSviewer, Covidence, dan Rayyan secara berdampingan.
Watase Uake adalah sistem online untuk kolaborasi penelitian antarpeneliti. Menurut situs resminya (dicek per 8 Oktober 2026), Watase dirintis sejak 2018 dan dikembangkan bersama beberapa perguruan tinggi sejak 2020. Sistem ini digagas oleh Dr. Lilik Wahyudi, SE, M.Si dan Dr. Zunan Setiawan, SE, MM, dikembangkan oleh RG Kearifan Lokal UNS, dan berlokasi di Surakarta.
Cakupan Watase jauh lebih luas daripada SLR. Fitur yang tercantum di situs resminya antara lain:
Watase juga memiliki ekosistem pelatihan resmi, misalnya pelatihan “Systematic Literature Review melalui Watase UAKE untuk Pengembangan Penelitian Kuantitatif” (3 Januari 2025), membahas PRISMA untuk screening, teknik retrieval artikel, ekstraksi SPAR-4-SLR, klasifikasi artikel, gap analysis, analisis jaringan hipotesis, hingga laporan otomatis dan meta-analisis.
Kelebihan Watase Uake: buatan Indonesia, cakupannya luas (dari SLR sampai model penelitian dan survei dalam satu ekosistem), serta didukung program pelatihan yang aktif di banyak kampus.
Cocok untuk: peneliti, terutama di bidang riset kuantitatif dan manajemen, yang ingin hasil SLR tersambung langsung ke konstruksi model, hipotesis, dan kuesioner penelitian.
Mencari alternatif bukan berarti Watase kurang baik; kebutuhan setiap peneliti berbeda. Beberapa situasi yang umum:
Alur SLR berbasis PRISMA 2020 dapat dibagi menjadi empat tahap kerja. Jika belum familiar, baca panduan mengenal metode PRISMA dan cara menyusun diagram PRISMA 2020.
Tabel berikut menandai tahap yang dicakup sejumlah tools systematic literature review, hanya berdasarkan informasi di situs resmi (per 8 Oktober 2026).
| Aplikasi | 1. Identifikasi | 2. Hubungan & Tren | 3. Screening & Kelayakan | 4. Ekstraksi/Sintesis |
|---|---|---|---|---|
| JurnalFlow | Ya (100.000+ jurnal) | Ya (Tren Publikasi, Peta Koneksi) | Ya | Ya (Sintesis AI, paket Pro) |
| Watase Uake | Retrieval artikel (pelatihan resmi); sumber database tidak disebutkan di situs resmi | Ya (visualisasi, pemetaan jaringan) | Ya (PRISMA) | Ya (klasifikasi artikel; ekstraksi SPAR-4-SLR di pelatihan resmi) |
| Publish or Perish | Ya (pencarian dan sitasi) | Sebagian (metrik sitasi) | Tidak disebutkan di situs resmi | Tidak disebutkan di situs resmi |
| VOSviewer | Tidak (memakai data dari sumber lain) | Ya (peta bibliometrik) | Tidak disebutkan di situs resmi | Tidak disebutkan di situs resmi |
| Covidence | Impor referensi (tidak mencari sendiri) | Tidak disebutkan di situs resmi | Ya (dual screening) | Ya (ekstraksi, risk of bias) |
| Rayyan | Impor file referensi | Tidak disebutkan di situs resmi | Ya | Ya (ekstraksi data) |
| Aplikasi | Tahap SLR yang dicakup | Sumber literatur | Kolaborasi | Model harga (per 8 Okt 2026) | Bentuk | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|---|---|
| JurnalFlow | Identifikasi, Hubungan & Tren, Screening & Kelayakan, Sintesis AI (Pro) | 100.000+ jurnal: Scopus, Sinta, OpenAlex, Crossref | Ya (Kolaborasi Antar Tim; kolaborator tim di Starter) | Starter Rp0; Pro Rp98.500/bulan; Premium hubungi tim | Web | SLR end-to-end di satu ruang kerja |
| Watase Uake | SLR dengan PRISMA, klasifikasi artikel, simple meta analysis, visualisasi; plus konstruksi model & kuesioner | Tidak disebutkan di situs resmi | Ya (sistem kolaborasi riset) | Tidak disebutkan di situs resmi | Web | SLR yang tersambung ke model penelitian dan survei |
| Publish or Perish | Identifikasi & analisis sitasi | Crossref, Google Scholar, OpenAlex, PubMed (gratis); Scopus, Semantic Scholar (API key gratis); Web of Science (langganan) | Tidak disebutkan di situs resmi | Gratis | Desktop (Windows, macOS) | Mencari literatur & metrik sitasi |
| VOSviewer | Pemetaan jaringan bibliometrik & tren | Data dari Scopus, Web of Science, OpenAlex, Europe PMC, Semantic Scholar, Crossref, Lens | Tidak disebutkan di situs resmi | Gratis | Desktop (Java) | Peta topik dan celah riset |
| Covidence | Impor, screening, full-text, ekstraksi, risk of bias, diagram PRISMA | Impor dari database/reference manager | Ya (kolaborator tak terbatas) | USD 339/tahun (1 review); USD 907/tahun (3 review); uji coba 500 record | Web | Review ketat dengan dual screening |
| Rayyan | Screening, deduplikasi, ekstraksi, diagram PRISMA (fitur platform) | Impor file referensi | Ya (Free: 2 reviewer gratis) | Free $0 (3 review aktif); paket berbayar dalam USD | Web + mobile | Screening kolaboratif gratis |
Dicek per 8 Oktober 2026 dari situs resmi masing-masing; harga dan fitur dapat berubah.
Coba Gratis Sekarang — jurnalflow.com. Mulai dengan paket Starter Rp0/bulan.
JurnalFlow adalah Platform Systematic Literature Review Berstandar PRISMA: satu ruang kerja untuk mencari, menyaring, memetakan, dan menyintesis literatur berbasis kecerdasan buatan, dengan kontrol keputusan penuh di tangan Anda. Alurnya terbagi menjadi empat langkah:
Misalnya, mahasiswa S2 yang menulis tesis tentang adopsi pembayaran digital oleh UMKM dapat mencari artikel Scopus dan jurnal nasional Sinta dalam satu pencarian, melihat tren publikasinya, lalu menyaring artikel bersama pembimbing. Panduan langkah demi langkahnya ada di artikel cara membuat jurnal SLR gratis dengan JurnalFlow dan cara mencari jurnal Scopus dan Sinta.
Fitur Kolaborasi Antar Tim membuat setiap tahap tersambung dalam satu ruang kerja, sehingga keputusan tim tetap konsisten dan proses review mudah dipertanggungjawabkan.
Paket JurnalFlow:
AI di JurnalFlow berperan sebagai asisten. Hasil Sintesis AI wajib Anda verifikasi dengan membaca artikel sumbernya, dan keputusan inklusi/eksklusi tetap di tangan peneliti.
Perbedaan dengan Watase Uake: JurnalFlow berfokus pada alur SLR. JurnalFlow tidak memiliki modul kuesioner/survei, konstruksi model, atau meta-analisis seperti Watase. Kekuatannya ada pada pencarian jurnal yang terintegrasi, termasuk jurnal Sinta, sampai sintesis dalam satu tempat.
Cocok untuk: akademisi Indonesia yang ingin mengerjakan SLR dari pencarian hingga sintesis di satu ruang kerja dan ingin mulai secara gratis.
Publish or Perish karya Anne-Wil Harzing adalah perangkat lunak untuk mengambil dan menganalisis sitasi akademik. Menurut situs resminya (per 8 Oktober 2026), unduhan dan penggunaannya gratis dan akan tetap gratis. Aplikasi ini tersedia untuk Windows dan macOS, sedangkan pengguna Linux dapat memakainya lewat emulator seperti Wine atau CrossOver.
Berdasarkan halaman sumber datanya, Publish or Perish tidak memiliki database sendiri. Sumber yang bisa dipakai tanpa biaya antara lain Crossref, Google Scholar, Google Scholar Profile, OpenAlex, dan PubMed. Scopus dan Semantic Scholar memerlukan API key gratis, Lens.org memerlukan API key, dan Web of Science memerlukan langganan.
Kelebihan: gratis, banyak pilihan sumber data, dan hasilnya dapat diekspor untuk tahap berikutnya. Keterbatasan: situs resminya tidak menyebutkan fitur screening atau sintesis, sehingga biasanya dipadukan dengan alat lain. Daftar opsi gratis lainnya ada di artikel aplikasi SLR gratis.
Cocok untuk: tahap identifikasi literatur dan eksplorasi metrik sitasi.
VOSviewer dikembangkan oleh Centre for Science and Technology Studies (CWTS), Universitas Leiden, Belanda. Aplikasi ini membangun dan memvisualisasikan jaringan bibliometrik berdasarkan sitasi, bibliographic coupling, co-citation, atau co-authorship, termasuk peta co-occurrence kata kunci.
Data yang dapat diolah berasal dari Scopus, Web of Science, OpenAlex, Europe PMC, Semantic Scholar, Crossref, dan Lens. Versi 1.6.21 dirilis 12 Juni 2026. Menurut halaman unduhannya (per 8 Oktober 2026), VOSviewer bebas digunakan untuk tujuan apa pun, tersedia untuk Windows, macOS, dan sistem lain via file JAR, serta memerlukan Java 8 atau lebih baru.
Kelebihan: visualisasi peta yang kuat untuk menemukan klaster topik dan celah riset. Cocok untuk: tahap pemetaan hubungan dan tren, bukan untuk screening.
Covidence adalah platform khusus systematic review milik Future Evidence Foundation, sebuah organisasi nirlaba. Anda mengimpor referensi dari database atau reference manager, lalu duplikat dihapus otomatis. Covidence mendukung dual screening independen dengan resolusi konflik, mencatat alasan eksklusi full-text sehingga angka PRISMA dan jejak audit terbentuk, menyediakan template ekstraksi data dan penilaian risk of bias, serta ekspor diagram alur sesuai PRISMA.
Menurut halaman harganya (per 8 Oktober 2026), paket Single seharga USD 339/tahun untuk 1 review dan paket Package USD 907/tahun untuk hingga 3 review, keduanya dengan kolaborator tak terbatas. Tersedia uji coba 500 record, lisensi institusi melalui tim sales, dan harga lebih rendah yang bisa diajukan untuk negara berpendapatan rendah dan menengah-bawah.
Kelebihan: alur review yang ketat dengan jejak audit lengkap. Cocok untuk: tim yang institusinya berlangganan atau review yang menuntut dual screening dan risk of bias. Hasil pencarian perlu Anda impor dari database lain.
Rayyan dikenal sebagai alat screening kolaboratif. Menurut halaman harganya (per 8 Oktober 2026), paket Free bertanda “$0 / Free forever” mencakup 3 review aktif, undangan untuk 2 reviewer gratis, dan AI relevance predictions. Paket berbayarnya dihitung dalam USD, dengan diskon yang tersedia untuk akademisi.
Platform Rayyan juga menyediakan aplikasi mobile, deduplikasi, ekstraksi data, dan diagram alur PRISMA. Cocok untuk: tim kecil yang sudah memiliki file referensi dan ingin melakukan screening bersama secara gratis.
Pembahasan lengkapnya ada di artikel alternatif Rayyan.
Sebelum memilih, jawab pertanyaan berikut. Gambaran umum aplikasi systematic literature review juga bisa membantu.
Watase Uake adalah sistem online untuk kolaborasi penelitian antarpeneliti, dirintis sejak 2018 dan dikembangkan oleh RG Kearifan Lokal UNS di Surakarta. Cakupannya meliputi SLR dengan PRISMA hingga konstruksi model dan kuesioner.
Informasi harga tidak tercantum di situs resmi watase.web.id per 8 Oktober 2026. Sebaiknya Anda menanyakannya langsung kepada pengembang Watase.
Beberapa alternatif Watase Uake yang bisa dipertimbangkan adalah JurnalFlow (pencarian hingga sintesis dalam satu ruang kerja), Publish or Perish (pencarian dan analisis sitasi), VOSviewer (pemetaan bibliometrik), Covidence (screening hingga risk of bias), dan Rayyan (screening kolaboratif).
Watase Uake adalah ekosistem riset yang luas, termasuk meta-analisis sederhana, konstruksi model, dan kuesioner. JurnalFlow berfokus pada alur SLR berstandar PRISMA dengan pencarian terintegrasi ke 100.000+ jurnal (Scopus, Sinta, OpenAlex, Crossref).
Keduanya membantu pencarian, analisis sitasi, dan pemetaan topik, tetapi tahap screening dan sintesis memerlukan alat atau proses lain.
JurnalFlow mencari literatur dari 100.000+ jurnal yang bersumber dari Scopus, Sinta, OpenAlex, dan Crossref dalam satu ruang kerja, cocok untuk SLR yang membutuhkan rujukan internasional sekaligus nasional.
Watase Uake tetap pilihan kuat bila Anda membutuhkan ekosistem riset yang menyambungkan SLR ke model penelitian dan survei. Alternatif Watase Uake sebaiknya dipilih sesuai tahap dan kebutuhan Anda. Kombinasi yang umum adalah Publish or Perish dan VOSviewer untuk pencarian dan pemetaan, lalu Rayyan atau Covidence untuk screening. Jika Anda ingin keempat tahap dalam satu ruang kerja, JurnalFlow bisa menjadi titik awal dengan paket Starter Rp0.
Siap membuat tinjauan literatur lebih terarah?
Coba Gratis Sekarang — jurnalflow.com
1 Comment
[…] Cocok untuk: mahasiswa dan dosen di Indonesia yang membutuhkan satu ruang kerja dari pencarian hingga sintesis, termasuk literatur Sinta. Jika Anda membandingkan aplikasi manajemen screening, baca juga alternatif Rayyan dan alternatif Watase Uake. […]