

Cara mencari jurnal Scopus dan Sinta yang relevan dimulai dari pertanyaan penelitian, bukan dari kolom pencarian. Turunkan kata kunci dari pertanyaan tersebut, cari artikel internasional di Scopus dan jurnal nasional di Sinta, verifikasi status indeks jurnalnya, lalu saring hasilnya berdasarkan relevansi dan catat setiap pencarian.
Banyak mahasiswa yang menyusun skripsi, tesis, atau Systematic Literature Review (SLR) sudah tahu cara membuka Scopus dan Sinta, tetapi referensi yang ditemukan tidak sesuai dengan topiknya. Panduan ini menggabungkan kedua portal dalam satu alur kerja enam langkah agar referensi Anda tidak hanya bereputasi, tetapi juga relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Scopus adalah basis data abstrak dan sitasi multidisiplin milik Elsevier. Menurut Elsevier, Scopus mencakup konten dari lebih dari 7.000 penerbit (data Juli 2025), dan judul yang masuk diseleksi oleh Content Selection and Advisory Board (CSAB) yang independen. Karena cakupannya global, Scopus menjadi rujukan utama untuk literatur internasional.
Sinta (Science and Technology Index) adalah portal pengindeks dan pemeringkat jurnal nasional Indonesia. Jurnal terakreditasi dikelompokkan dalam peringkat Sinta 1 sampai Sinta 6. Portal ini dikelola oleh kementerian yang membidangi pendidikan tinggi, dan alamat resminya saat ini adalah sinta.kemdiktisaintek.go.id. Banyak panduan lama masih menulis alamat sebelumnya, jadi pastikan Anda membuka portal yang aktif.
Sebelum mulai, bedakan dua kegiatan yang sering tertukar:
Kapan memakai masing-masing? Gunakan Scopus ketika Anda membutuhkan literatur internasional dan gambaran perkembangan topik secara global. Gunakan Sinta ketika konteks Indonesia penting, misalnya penelitian tentang kebijakan pendidikan, UMKM, atau layanan kesehatan di daerah. Dalam praktiknya, keduanya saling melengkapi: Scopus memberi luas cakupan, Sinta memberi kedalaman konteks lokal.
| Aspek | Scopus | Sinta |
|---|---|---|
| Cakupan | Internasional, multidisiplin | Jurnal nasional Indonesia |
| Pengelola | Elsevier | Kementerian yang membidangi pendidikan tinggi |
| Bahasa kata kunci | Umumnya bahasa Inggris | Bahasa Indonesia dan Inggris |
| Akses | Umumnya lewat langganan institusi | Portal web untuk menelusuri profil dan peringkat jurnal |
| Cocok untuk | Literatur global, cek status indeks jurnal internasional | Konteks lokal, cek peringkat akreditasi jurnal nasional |
Kata kunci yang baik adalah turunan dari pertanyaan penelitian. Misalkan pertanyaan Anda: “Bagaimana pengaruh pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA?”
Contoh string pencarian sederhana:
("project-based learning" OR "PjBL") AND ("critical thinking") AND ("high school" OR "secondary school")
Teknik operator Boolean secara lebih mendalam, termasuk tanda kutip, tanda bintang, dan kesalahan umum, akan dibahas dalam artikel tersendiri di blog JurnalFlow.
Buka scopus.com. Perlu dipahami bahwa pencarian dokumen di Scopus umumnya memerlukan akses berlangganan institusi. Tanyakan ke perpustakaan kampus Anda apakah akses tersedia, baik dari jaringan kampus maupun melalui akun institusi.
Mencari artikel (dokumen). Menurut panduan resmi Elsevier, Anda dapat mencari berdasarkan dokumen, penulis, atau organisasi. Pada pencarian dokumen, tersedia pilihan Search within untuk menentukan bagian dokumen yang ditelusuri, misalnya judul, penulis, kata kunci, atau ISSN. Untuk topik penelitian, pencarian pada gabungan judul, abstrak, dan kata kunci biasanya memberi keseimbangan antara cakupan dan ketepatan.
Elsevier juga menyebutkan bahwa kueri dapat digabung dengan operator OR, AND, dan AND NOT, serta tersedia fitur Advanced Search dan penggabungan beberapa kueri (combine queries). Masukkan string dari Langkah 1, lalu periksa sepuluh hasil teratas. Jika banyak yang melenceng, perbaiki kata kuncinya sebelum melanjutkan.
Menyaring hasil. Setelah hasil muncul, persempit dengan filter yang tersedia. Contoh filter yang umum dipakai:
Mencari jurnal (sumber). Untuk mengecek sebuah jurnal, gunakan menu Sources. Di sana Anda dapat menelusuri judul jurnal atau ISSN dan melihat metrik jurnalnya. Menurut Elsevier, metrik CiteScore dapat diakses gratis di Scopus. Tampilan halaman dapat meminta Anda masuk ke akun Elsevier terlebih dahulu.
Anda mungkin juga diminta pembimbing mencari jurnal dengan kuartil tertentu (Q1 sampai Q4). Kuartil menggambarkan posisi relatif jurnal di bidangnya; pembahasan lengkapnya akan tersedia di artikel terpisah tentang kuartil jurnal.
Buka portal resmi Sinta. Tampilan antarmuka Sinta dapat berubah dari waktu ke waktu, sehingga langkah berikut adalah alur yang umumnya berlaku; sesuaikan dengan tampilan yang Anda lihat.
Perlu diingat, Sinta terutama berfungsi untuk menelusuri dan memeringkat jurnal. Untuk mencari artikel berbahasa Indonesia dengan kata kunci tertentu, kombinasikan dengan fitur pencarian di situs jurnal yang bersangkutan atau Google Scholar, lalu cocokkan kembali nama jurnalnya di Sinta.
Klaim “terindeks Scopus” atau “terakreditasi Sinta” di situs jurnal belum tentu cukup. Verifikasi selalu ke sumber resmi:
Jika klaim indeks sebuah jurnal tidak dapat dicek di sumber resmi, berhati-hatilah. Ciri-ciri jurnal predator dan cara menghindarinya akan dibahas dalam artikel tersendiri.
Jurnal Sinta 1 atau Q1 tidak otomatis berisi artikel yang relevan dengan penelitian Anda. Peringkat menunjukkan reputasi wadah, sedangkan relevansi ditentukan oleh isi artikelnya.
Sebagai contoh, artikel tentang pembelajaran berbasis proyek pada mahasiswa mungkin terbit di jurnal bereputasi, tetapi tidak relevan jika pertanyaan Anda khusus tentang siswa SMA.
Langkah ini paling sering dilewatkan, padahal sangat menentukan saat sidang atau saat menyusun bab metode. Untuk setiap pencarian, catat:
Contoh log pencarian sederhana:
| Database | Tanggal | String | Filter | Jumlah hasil |
|---|---|---|---|---|
| Scopus | 5 Okt 2026 | (“project-based learning” OR “PjBL”) AND (“critical thinking”) AND (“high school” OR “secondary school”) | 2020–2025, artikel jurnal, bahasa Inggris | (isi sesuai hasil Anda) |
| Sinta + situs jurnal | 5 Okt 2026 | “pembelajaran berbasis proyek” “berpikir kritis” SMA | Sinta 1–3, 2020–2025 | (isi sesuai hasil Anda) |
Kebiasaan ini membuat pencarian Anda dapat diulang oleh orang lain. Jika Anda menyusun SLR, catatan inilah yang menjadi dasar tahap identifikasi pada diagram alir PRISMA 2020 (lihat pedoman PRISMA 2020). Pelajari lebih lanjut di artikel metode PRISMA dan panduan cara membuat SLR. Bila pencarian dan screening dilakukan dalam satu ruang kerja seperti JurnalFlow, jejak prosesnya lebih mudah dirapikan sesuai alur PRISMA.
Mencari secara manual di beberapa portal, lalu menyatukan hasilnya di spreadsheet, memakan waktu dan rawan duplikasi. JurnalFlow membantu sebagai asisten riset dalam satu ruang kerja:
JurnalFlow tidak menggantikan akses institusi Anda ke Scopus, dan keputusan memasukkan atau mengeluarkan sebuah artikel tetap berada di tangan Anda sebagai peneliti. Paket Starter tersedia Rp0/bulan dengan 3 proyek, cukup untuk mencoba alur pencarian hingga screening pada skripsi, tesis, atau disertasi Anda.
Artikel yang diindeks Scopus dapat dibaca melalui akses langganan institusi, biasanya disediakan perpustakaan kampus, atau melalui versi akses terbuka (open access) yang tersedia di situs jurnal penerbitnya. Tanyakan ke perpustakaan kampus Anda mengenai akses yang tersedia.
Buka portal Sinta, masuk ke daftar jurnal (umumnya melalui menu Sources, lalu Journals), kemudian gunakan filter peringkat untuk menampilkan jurnal Sinta 1, Sinta 2, atau Sinta 3. Anda juga dapat mempersempit hasil berdasarkan bidang ilmu. Tampilan portal dapat berubah, jadi sesuaikan dengan menu yang tersedia.
Menurut Elsevier, metrik CiteScore dapat diakses gratis di Scopus, sehingga Anda dapat mengecek informasi sumber. Namun, pencarian dokumen secara lengkap umumnya memerlukan langganan institusi, dan teks lengkap artikel bergantung pada status akses terbuka atau langganan kampus.
Google Scholar tidak menandai apakah sebuah jurnal terindeks Scopus. Anda dapat menemukan artikel di Google Scholar, lalu memverifikasi jurnalnya dengan mencocokkan nama dan ISSN di menu Sources Scopus atau di Source title list dari Elsevier.
Kuartil menunjukkan posisi relatif jurnal dibanding jurnal lain di bidang yang sama. Cara membaca dan mengecek kuartil jurnal akan dibahas secara lengkap dalam artikel tersendiri tentang kuartil jurnal di blog JurnalFlow.
Referensi yang relevan tidak ditemukan dalam satu kali pencarian. Ia lahir dari kata kunci yang tepat, penyaringan yang konsisten, dan catatan yang rapi.
JurnalFlow membantu Anda menyatukan pencarian dari Scopus, Sinta, OpenAlex, dan Crossref, menerapkan kriteria saat screening, dan bekerja bersama tim dalam satu ruang kerja, sementara kontrol keputusan tetap di tangan Anda.
Coba Gratis Sekarang — jurnalflow.com
Sumber: Elsevier – Scopus content coverage, Elsevier – CiteScore metrics, Elsevier Support – How do I search in Scopus? (dicek 5 Oktober 2026); Page, M. J., et al. (2021). The PRISMA 2020 statement: an updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71.
4 Comments
[…] Untuk jurnal nasional Indonesia, periksa langsung status jurnal di portal Sinta. Jangan mengandalkan tangkapan layar atau logo di situs jurnal. Panduan menelusuri literatur dari kedua sumber ini dapat Anda baca di artikel cara mencari jurnal Scopus dan Sinta. […]
[…] dengan kuartil SJR, atau kuartil jurnal dipakai untuk menilai kualitas sebuah studi. Di panduan cara mencari jurnal Scopus dan Sinta, kami menjanjikan pembahasan terpisah tentang kuartil. Artikel ini memenuhi janji […]
[…] konteks Indonesia, kombinasikan sumber internasional dan nasional, misalnya Scopus dan Sinta (lihat cara mencari jurnal Scopus dan Sinta). Saring juga sumber bermasalah sejak awal dengan mengenali ciri jurnal […]
[…] Anda belum terbiasa mencari di database bereputasi, baca dulu panduan cara mencari jurnal Scopus dan Sinta. Artikel ini melanjutkannya ke tahap teknis: menyusun string Boolean yang siap dipakai dan […]