

Aplikasi SLR gratis untuk menyusun systematic literature review berstandar PRISMA 2020 memang tersedia, tetapi setiap aplikasi hanya membantu tahap tertentu dan paket gratisnya memiliki batasan. Artikel ini memetakan lima opsi Rp0, yaitu JurnalFlow Starter, Rayyan Free, ASReview LAB, Zotero, dan Publish or Perish, ke tahap PRISMA yang dibantunya, lengkap dengan batasan paket gratis per Oktober 2026. Di bagian akhir, Anda dapat menilai kapan paket gratis sudah cukup dan kapan perlu upgrade.
Banyak mahasiswa S1, S2, dan S3 yang menyusun SLR untuk skripsi, tesis, atau disertasi menghadapi kendala yang sama: alat review literatur yang populer sering berbayar atau hanya dapat diakses gratis melalui langganan institusi. Bagi Anda yang kampusnya tidak berlangganan, pilihan aplikasi gratis menjadi sangat penting.
Sebelum masuk ke daftar, ada dua hal yang perlu diluruskan. Pertama, yang dibahas di sini adalah aplikasi untuk SLR dengan metode PRISMA, bukan aplikasi edit foto bernama “Prisma”. Kedua, PRISMA 2020 bukan aplikasi. Menurut prisma-statement.org, PRISMA 2020 adalah pedoman pelaporan (reporting guideline) yang terdiri dari checklist 27 item, expanded checklist, abstract checklist, dan flow diagram untuk review baru maupun review terbarui (Page dkk., 2021, BMJ). Aplikasi hanya membantu Anda menjalankan dan mendokumentasikan tahapannya; pedoman dan keputusan metodologisnya tetap milik peneliti.
| Aplikasi | Tahap PRISMA yang dibantu | Yang gratis | Batasan paket gratis | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| JurnalFlow (Starter) | Identifikasi, hubungan & tren, dokumentasi metode PRISMA, sitasi | Rp0/bulan: 3 proyek, pencarian jurnal otomatis, tren & koneksi, kolaborator tim, metode PRISMA, sitasi otomatis | Maksimal 3 proyek, ada iklan, sintesis AI hanya di Pro (Rp98.500/bulan) | Mahasiswa dan tim kecil yang ingin satu ruang kerja, termasuk pencarian jurnal Sinta |
| Rayyan (Free) | Screening judul-abstrak | 3 review aktif, undang 2 reviewer, deteksi duplikat, AI relevance predictions | Akses aplikasi mobile terbatas, dukungan standar | Screening kolaboratif tim kecil |
| ASReview LAB | Screening | Open source penuh (Apache 2.0) | Perlu Python 3.10+, tidak mencari jurnal sendiri | Peneliti yang nyaman dengan Python dan ingin data tetap lokal |
| Zotero | Pengelolaan rekaman dan sitasi | Gratis, open source, 9.000+ gaya sitasi | Penyimpanan file sinkron gratis 300 MB | Manajemen referensi dan daftar pustaka |
| Publish or Perish | Identifikasi (pencarian dan ekspor) | Gratis untuk Windows dan macOS | Sebagian sumber perlu API key, Web of Science perlu langganan | Menelusuri literatur dan metrik sitasi |
| PRISMA2020 Shiny App | Pelaporan (flow diagram) | Aplikasi web dan paket R gratis | Khusus diagram alir | Membuat diagram PRISMA 2020 |
Data per Oktober 2026, dicek dari halaman resmi masing-masing aplikasi (tautan ada di setiap bagian di bawah). Harga dan fitur dapat berubah sewaktu-waktu.
Coba Gratis Sekarang — mulai SLR Anda di paket Starter Rp0: jurnalflow.com
JurnalFlow adalah platform Systematic Literature Review berstandar PRISMA yang menyatukan pencarian, penyaringan, pemetaan, dan sintesis literatur dalam satu ruang kerja. Paket Starter dapat dipakai dengan biaya Rp0/bulan dan mencakup:
Pencarian JurnalFlow menjangkau 100.000+ jurnal dari Scopus, Sinta, OpenAlex, dan Crossref. Cakupan Sinta ini relevan bagi peneliti Indonesia. Misalnya, mahasiswa magister pendidikan yang meninjau penelitian tentang literasi digital guru di Indonesia biasanya membutuhkan artikel dari jurnal nasional terakreditasi Sinta, bukan hanya dari basis data internasional. Panduan lengkapnya ada di artikel mencari jurnal Scopus dan Sinta.
Secara alur, JurnalFlow mengikuti empat langkah: 01 Identifikasi (temukan literatur), 02 Hubungan dan Tren, 03 Screening & Kelayakan (terapkan kriteria inklusi dan eksklusi), dan 04 AI Extraction (sintesis AI). Karena setiap tahap tersambung dalam satu ruang kerja, jumlah rekaman di setiap tahap lebih mudah dijaga konsisten tanpa ekspor-impor berulang antaraplikasi.
Batasan paket Starter perlu Anda ketahui sejak awal: jumlah proyek dibatasi 3, ada iklan, dan Sintesis AI hanya tersedia di paket Pro (Rp98.500/bulan). Di semua tahap, AI diposisikan sebagai asisten. Keputusan inklusi dan eksklusi tetap di tangan Anda sebagai peneliti.
Rayyan dikenal sebagai alat screening kolaboratif. Menurut halaman harga resmi Rayyan (per Oktober 2026), paket gratisnya memungkinkan Anda membuat 3 review aktif, mengundang 2 reviewer gratis, dan membuat 1 sampel. Paket ini juga menyertakan deteksi duplikat, AI relevance predictions, analisis dengan 15+ facet di workbench, dukungan standar, serta akses aplikasi mobile yang terbatas.
Kelebihan utama Rayyan ada pada screening judul-abstrak bersama tim dan deteksi duplikat, misalnya untuk dosen yang melakukan review bersama dua mahasiswa bimbingan. Jika kebutuhan Anda melampaui paket gratis, paket Essential dimulai dari USD 4,99 per seat/bulan (ditagih tahunan), per Oktober 2026.
ASReview LAB adalah perangkat lunak open source penuh dengan lisensi Apache 2.0 (repositori GitHub), per Oktober 2026. Aplikasi ini dipasang melalui perintah pip install asreview, membutuhkan Python 3.10 atau lebih baru, dan berjalan secara lokal di komputer Anda. Situs resminya menyatakan bahwa tidak ada data penggunaan atau data pengguna yang dikumpulkan.
ASReview bekerja dengan active learning: setiap kali Anda memberi label Relevant atau Not Relevant, model memprioritaskan rekaman yang kemungkinan relevan untuk ditampilkan berikutnya. Kelebihannya jelas: gratis penuh, transparan, dan data tetap di perangkat Anda. Batasan praktisnya, Anda perlu memasang Python, dan ASReview tidak mencari jurnal sendiri sehingga hasil pencarian harus diimpor dari sumber lain. ASReview membantu tahap screening.
Zotero adalah alat gratis untuk mengumpulkan, mengorganisasi, menganotasi, mengutip, dan membagikan bahan riset. Zotero bersifat open source dan dikembangkan oleh organisasi nirlaba independen, mendukung lebih dari 9.000 gaya sitasi, dan memungkinkan berbagi library tanpa biaya (per Oktober 2026).
Batasannya ada pada penyimpanan file sinkron: gratis 300 MB, dengan tambahan berbayar 2 GB seharga USD 20/tahun, 6 GB USD 60/tahun, dan unlimited USD 120/tahun (Zotero Storage). Zotero membantu pengelolaan rekaman hasil identifikasi dan penulisan daftar pustaka, tetapi bukan alat screening PRISMA khusus.
Menurut situs Harzing (per Oktober 2026), Publish or Perish dapat diunduh dan digunakan secara gratis dan akan tetap gratis. Aplikasi ini tersedia untuk Windows dan macOS (GNU/Linux melalui emulator seperti Wine/CrossOver) serta menghitung jumlah paper, total sitasi, h-index, dan metrik sitasi lain.
Berdasarkan dokumentasi sumber datanya, Crossref, Google Scholar, OpenAlex, dan PubMed tersedia bebas; Scopus dan Semantic Scholar memerlukan API key gratis; sedangkan Web of Science memerlukan langganan Clarivate. Publish or Perish membantu tahap identifikasi, yaitu pencarian dan ekspor hasil, bukan screening.
Untuk pelaporan, ada dua opsi gratis. Pertama, template flow diagram resmi dalam format Word dengan empat versi (review baru atau terbarui, masing-masing untuk database saja atau dengan sumber lain), berlisensi CC BY 4.0. Kedua, PRISMA2020 Shiny App yang dapat diakses gratis sebagai aplikasi web atau paket R, termasuk versi interaktif dengan hyperlink (Haddaway dkk., Campbell Systematic Reviews).
Misalkan Anda mahasiswa S1 yang menyusun SLR tentang penerapan e-learning di perguruan tinggi Indonesia untuk skripsi. Ada dua alur yang dapat dipertimbangkan.
Alur A (satu platform utama). Gunakan JurnalFlow Starter untuk identifikasi literatur dari Scopus dan Sinta serta pemetaan tren & koneksi, dalam ruang kerja yang alur kerjanya juga mencakup tahap Screening & Kelayakan. Gunakan Zotero untuk mengelola referensi tambahan, lalu template resmi atau Shiny App untuk diagram PRISMA.
Alur B (kombinasi alat). Ekspor hasil pencarian dari Publish or Perish, lakukan screening di Rayyan Free atau ASReview, kelola referensi di Zotero, lalu buat diagram dengan Shiny App.
Alur B sepenuhnya mungkin, tetapi kombinasi banyak alat membawa risiko: ekspor-impor berulang, angka di diagram PRISMA mudah tidak konsisten, dan jejak keputusan tersebar di beberapa aplikasi. Apa pun alurnya, catat jumlah rekaman di setiap tahap (teridentifikasi, duplikat dihapus, disaring, dinilai kelayakannya, diinklusikan). Ingat pula bahwa aplikasi apa pun tetap menuntut Anda membaca dan memutuskan sendiri berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditetapkan. Jika Anda baru memulai, baca juga cara membuat SLR untuk skripsi dan tesis.
Gunakan enam pertimbangan berikut sebelum memutuskan:
Untuk perbandingan aplikasi berdasarkan peran dan tahap kerja tanpa fokus biaya, lihat juga ulasan aplikasi systematic literature review.
Ada. JurnalFlow Starter (Rp0/bulan), Rayyan Free, ASReview LAB, Zotero, Publish or Perish, dan PRISMA2020 Shiny App dapat digunakan tanpa biaya, masing-masing untuk tahap yang berbeda dan dengan batasan paket gratisnya sendiri.
Tergantung tahapnya. Untuk mencari dan memetakan literatur, Anda dapat memakai JurnalFlow atau Publish or Perish; untuk screening, Rayyan atau ASReview; untuk sitasi, Zotero. JurnalFlow menyatukan beberapa tahap tersebut dalam satu ruang kerja.
Bukan. PRISMA 2020 adalah pedoman pelaporan untuk systematic review, terdiri dari checklist 27 item dan flow diagram. Aplikasi hanya membantu Anda menjalankan dan mendokumentasikan proses sesuai pedoman tersebut.
JurnalFlow Starter dibatasi 3 proyek, ada iklan, dan sintesis AI hanya tersedia di paket Pro. Rayyan Free (per Oktober 2026) memungkinkan 3 review aktif dan 2 reviewer undangan, dengan akses aplikasi mobile terbatas.
JurnalFlow Starter menyediakan pencarian jurnal otomatis dari 100.000+ jurnal (Scopus, Sinta, OpenAlex, Crossref). Publish or Perish juga gratis dan dapat menelusuri Crossref, Google Scholar, OpenAlex, serta PubMed.
Unduh template Word resmi dari prisma-statement.org (berlisensi CC BY 4.0) atau gunakan PRISMA2020 Shiny App yang tersedia gratis sebagai aplikasi web dan paket R.
SLR berstandar PRISMA 2020 dapat dimulai dengan biaya Rp0, asalkan Anda memahami tahap yang dibantu dan batasan setiap aplikasi gratis. Pilih alat sesuai tahap yang paling Anda butuhkan, jaga konsistensi jumlah rekaman di setiap tahap, dan tetap jadikan keputusan metodologis sebagai tanggung jawab Anda sebagai peneliti. Jika Anda ingin memulai dari satu ruang kerja, paket Starter JurnalFlow menyediakan 3 proyek SLR tanpa biaya.
Coba Gratis Sekarang — jurnalflow.com
2 Comments
[…] Alat terpisah yang gratis juga sah dipakai. Zotero, misalnya, adalah pengelola referensi gratis, open source, dan nirlaba dengan 9.000+ gaya sitasi, sedangkan diagram alir dapat dibuat dengan template resmi PRISMA. Untuk daftar pilihan lain per tahap, lihat ulasan aplikasi SLR gratis. […]
[…] Kelebihan: gratis, banyak pilihan sumber data, dan hasilnya dapat diekspor untuk tahap berikutnya. Keterbatasan: situs resminya tidak menyebutkan fitur screening atau sintesis, sehingga biasanya dipadukan dengan alat lain. Daftar opsi gratis lainnya ada di artikel aplikasi SLR gratis. […]