

Kriteria inklusi dan eksklusi adalah aturan yang menentukan artikel mana yang layak dianalisis dalam Systematic Literature Review (SLR) dan mana yang harus disisihkan. Kriteria ini ditetapkan sebelum pencarian literatur dimulai, sehingga proses seleksi berjalan konsisten, transparan, dan dapat diulang oleh peneliti lain.
Bagi mahasiswa yang menyusun skripsi atau tesis dengan metode SLR, bagian ini sering menjadi sumber revisi. Kriteria yang terlalu longgar menghasilkan ratusan artikel yang tidak relevan, sedangkan kriteria yang terlalu sempit membuat bukti yang penting justru terlewat. Artikel ini membahas cara menyusun kriteria inklusi dan eksklusi langkah demi langkah, lengkap dengan contoh tabel yang dapat Anda sesuaikan.
Kriteria inklusi adalah karakteristik yang harus dimiliki sebuah studi agar dapat dimasukkan ke dalam review. Contohnya: meneliti populasi tertentu, menggunakan desain penelitian tertentu, atau terbit dalam rentang tahun tertentu.
Kriteria eksklusi adalah karakteristik yang membuat sebuah studi dikeluarkan, meskipun studi tersebut tampak memenuhi kriteria inklusi. Contohnya: berupa editorial atau opini, merupakan publikasi ganda dari penelitian yang sama, atau tidak menyajikan data yang dapat diekstraksi.
Dalam pedoman pelaporan PRISMA 2020, kriteria ini disebut eligibility criteria (kriteria kelayakan) dan wajib dilaporkan secara eksplisit di bagian metode (item 5 daftar periksa PRISMA 2020). Jika Anda belum familier dengan PRISMA, baca terlebih dahulu Mengenal Metode PRISMA: Standar Emas dalam Penulisan SLR.
Kriteria inklusi dan eksklusi bukan formalitas administratif. Setidaknya ada tiga alasan mengapa penguji dan reviewer jurnal memeriksanya dengan teliti:
Cara paling umum untuk menurunkan kriteria adalah kerangka PICO:
| Komponen | Pertanyaan pemandu | Contoh (topik pendidikan) |
|---|---|---|
| Population | Siapa subjek penelitiannya? | Siswa SMA |
| Intervention | Perlakuan atau fenomena apa yang dikaji? | Pembelajaran berbasis proyek |
| Comparison | Dibandingkan dengan apa? | Pembelajaran konvensional |
| Outcome | Hasil apa yang diukur? | Kemampuan berpikir kritis |
Beberapa varian yang sering dipakai:
Pilih kerangka yang paling sesuai dengan pertanyaan riset Anda, lalu sebutkan kerangka tersebut di bab metode.
Selain komponen PICO, SLR biasanya menambahkan batasan praktis berikut. Setiap batasan sebaiknya disertai alasan metodologis, bukan sekadar kebiasaan.
Berikut contoh tabel untuk pertanyaan riset “Bagaimana pengaruh pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA?”. Sesuaikan isinya dengan topik Anda.
| Aspek | Kriteria inklusi | Kriteria eksklusi |
|---|---|---|
| Populasi | Siswa SMA/sederajat | Studi pada mahasiswa atau siswa SD/SMP |
| Intervensi | Pembelajaran berbasis proyek | Proyek sebagai tugas tambahan tanpa sintaks pembelajaran |
| Hasil | Mengukur berpikir kritis secara kuantitatif | Hanya melaporkan persepsi siswa tanpa pengukuran |
| Desain | Eksperimen atau kuasi-eksperimen | Studi kasus tunggal, editorial, opini |
| Tahun | Terbit 2019–2024 | Terbit sebelum 2019 |
| Bahasa | Indonesia atau Inggris | Bahasa lain |
| Publikasi | Artikel jurnal dengan teks lengkap | Abstrak konferensi saja, publikasi ganda |
Perhatikan bahwa kolom eksklusi tidak sekadar membalik kolom inklusi. Misalnya, studi yang memang meneliti siswa SMA tetap dikeluarkan jika hanya melaporkan persepsi tanpa pengukuran berpikir kritis.
Untuk gambaran alur SLR secara utuh dari awal hingga akhir, lihat Cara Membuat Systematic Literature Review untuk Skripsi dan Tesis.
Kriteria yang baik baru bermanfaat jika diterapkan secara konsisten pada setiap artikel. Di JurnalFlow, tahap Screening membantu Anda menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi serta filter rentang tahun pada hasil pencarian dari basis data seperti Scopus, Sinta, OpenAlex, dan Crossref. Anda juga dapat melakukan screening bersama tim dalam satu ruang kerja, sehingga keputusan seleksi tetap konsisten dan mudah dipertanggungjawabkan.
Keputusan akhir tetap berada di tangan Anda sebagai peneliti. JurnalFlow membantu merapikan prosesnya agar Anda dapat lebih fokus pada analisis dan sintesis.
Kriteria inklusi adalah karakteristik yang harus dimiliki sebuah studi agar dimasukkan ke dalam review. Kriteria eksklusi adalah karakteristik yang membuat studi dikeluarkan, meskipun studi tersebut tampak memenuhi kriteria inklusi.
Contoh kriteria inklusi: populasi tertentu, intervensi tertentu, desain eksperimen, terbit 2019–2024, berbahasa Indonesia atau Inggris. Contoh kriteria eksklusi: editorial atau opini, publikasi ganda, tidak tersedia teks lengkap, atau tidak melaporkan hasil yang diukur.
Sebelum pencarian literatur dimulai, idealnya dicatat dalam protokol penelitian. Menetapkan kriteria setelah melihat hasil pencarian berisiko menimbulkan bias seleksi.
Tidak. Kriteria eksklusi menyaring studi yang sudah lolos kriteria inklusi tetapi tetap tidak layak dianalisis, misalnya karena datanya tidak dapat diekstraksi atau karena merupakan publikasi ganda.
Kriteria Anda sudah tersusun. Pertanyaan berikutnya: bagaimana memastikan setiap anggota tim menerapkannya dengan cara yang sama pada ratusan judul dan abstrak?
Di tahap screening inilah banyak SLR tersendat: keputusan tersebar di berbagai spreadsheet, alasan eksklusi lupa dicatat, dan anggota tim menafsirkan kriteria secara berbeda. JurnalFlow membantu Anda menjaga konsistensi tersebut, sementara keputusan akhir tetap di tangan Anda sebagai peneliti.
Paket Starter (Rp0/bulan) sudah mencakup 3 proyek, kolaborator tim, dan metode PRISMA, cukup untuk menguji kriteria yang baru Anda susun pada SLR skripsi, tesis, atau disertasi Anda.
Coba Gratis Sekarang dan lihat bagaimana kriteria Anda bekerja saat screening dimulai.
Referensi: Page, M. J., et al. (2021). The PRISMA 2020 statement: an updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71. Lihat juga panduan kriteria kelayakan dari Plymouth University Library dan USF Libraries.
6 Comments
[…] Terapkan kriteria sederhana. Tetapkan sejak awal batasan seperti rentang tahun, bahasa, jenis publikasi, dan desain studi. Panduan menyusunnya ada di artikel kriteria inklusi dan eksklusi. […]
[…] Carrera-Rivera dkk. (2022) juga menambahkan kriteria non-PICO seperti tahun dan bahasa. Kriteria ini kemudian dipakai pada screening judul/abstrak dan teks lengkap (Covidence). Pembahasan lengkap dan contohnya ada di artikel kriteria inklusi dan eksklusi. […]
[…] data dilakukan setelah screening judul-abstrak dan penilaian kelayakan teks lengkap (lihat panduan kriteria inklusi dan eksklusi dan diagram PRISMA 2020), lalu sebelum penilaian risiko bias atau kualitas studi dan […]
[…] dan saring di JurnalFlow. Buat proyek, jalankan pencarian di 100.000+ jurnal, lalu terapkan kriteria inklusi dan eksklusi, misalnya rentang tahun 2020–2026, konteks UMKM, dan artikel empiris. Catat alasan setiap […]
[…] dalam alur SLR berada setelah screening teks lengkap berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, berjalan paralel atau setelah ekstraksi data SLR, dan sebelum […]
[…] bila mereka menilai dengan “penggaris” yang sama. Langkah pertama adalah mengubah kriteria inklusi dan eksklusi yang tertulis di protokol menjadi daftar pertanyaan screening yang […]