

Cara membuat jurnal SLR yang rapi dimulai dari satu prinsip: naskah Anda harus melaporkan setiap langkah review secara eksplisit sehingga pembaca dapat menelusurinya kembali. Checklist PRISMA 2020 sudah menyediakan kerangka naskahnya, dan Anda dapat menyiapkan bahan setiap bagian dengan alat bantu gratis. Panduan ini membedah struktur artikel jurnal SLR bagian per bagian, lalu menunjukkan bagian mana yang datanya dapat disiapkan dengan JurnalFlow Starter (Rp0) dan bagian mana yang tetap harus Anda tulis sendiri.
Jurnal SLR adalah artikel jurnal yang melaporkan systematic literature review, yaitu studi yang mengidentifikasi, menyeleksi, dan menyintesis penelitian terdahulu dengan metode eksplisit dan dapat direproduksi. Contohnya, seorang mahasiswa S2 meninjau penelitian tentang pembelajaran daring di perguruan tinggi Indonesia, lalu mengirimkan hasilnya ke jurnal terakreditasi Sinta atau jurnal bereputasi Scopus.
Perlu dibedakan antara proses SLR dan menuliskannya menjadi naskah jurnal. Proses dasarnya sudah kami bahas di panduan cara membuat SLR untuk skripsi dan tesis. Artikel ini berfokus pada tahap berikutnya: mengubah catatan proses tersebut menjadi naskah yang siap Anda kirim.
Kabar baiknya, PRISMA 2020 adalah pedoman pelaporan. Pedoman ini terdiri atas checklist 27 item, checklist khusus abstrak, dan diagram alir (Page dkk., 2021, BMJ 372:n71). Artinya, kerangka naskah sebenarnya sudah tersedia. Jika Anda belum familiar, baca dulu pengantar metode PRISMA. Satu hal yang perlu ditegaskan sejak awal: alat bantu mempercepat pengelolaan data, tetapi membaca, menilai, dan menulis tetap dilakukan oleh peneliti.
Checklist PRISMA 2020 membagi 27 item ke dalam tujuh bagian. Berikut susunan yang dapat Anda jadikan kerangka naskah.
Identifikasi laporan sebagai systematic review. Contoh: “Pembelajaran Berbasis Proyek di Sekolah Menengah Kejuruan: Systematic Literature Review”.
Ikuti PRISMA 2020 for Abstracts checklist. Abstrak yang terstruktur memudahkan editor menilai kelengkapan naskah Anda.
Tuliskan rasional review dalam konteks pengetahuan yang sudah ada (item 3) dan pernyataan eksplisit tentang tujuan atau pertanyaan review (item 4).
Bagian ini paling padat. Laporkan kriteria kelayakan atau inklusi-eksklusi (item 5); semua sumber informasi beserta tanggal terakhir setiap sumber dicari (item 6); strategi pencarian lengkap untuk semua basis data, termasuk filter dan batasan yang dipakai (item 7); proses seleksi (item 8); proses pengumpulan data (item 9); item data (10a–b); penilaian risiko bias (item 11); dan metode sintesis (13a–f). Item 12, 14, dan 15 lebih relevan untuk review kuantitatif atau meta-analisis.
Laporkan seleksi studi dari jumlah record yang teridentifikasi hingga jumlah studi yang diinklusi, idealnya dengan diagram alir (16a). Kutip studi yang tampak memenuhi kriteria tetapi dieksklusi, beserta alasannya (16b). Lanjutkan dengan karakteristik studi (17), risiko bias (18), dan hasil sintesis (20a–d). Item 19, 21, dan 22 umumnya lebih relevan untuk review kuantitatif.
Sajikan interpretasi umum dalam konteks bukti lain, keterbatasan bukti, keterbatasan proses review, serta implikasi untuk praktik, kebijakan, dan riset selanjutnya.
Cantumkan registrasi dan protokol, dukungan dana, konflik kepentingan, serta ketersediaan data, kode, dan materi lain.
Bagian kesimpulan biasanya mengikuti gaya selingkung jurnal tujuan, jadi selalu periksa pedoman penulis jurnal yang Anda incar.
Tabel berikut memetakan setiap bagian naskah ke item PRISMA 2020, bahan yang perlu Anda siapkan, dan bantuan yang tersedia di JurnalFlow.
| Bagian naskah | Item PRISMA 2020 | Bahan yang disiapkan | Bantuan JurnalFlow | Tetap dikerjakan peneliti |
|---|---|---|---|---|
| Pendahuluan | 3–4 | Peta literatur dan celah penelitian | Tren Publikasi dan Peta Koneksi (Starter) | Merumuskan rasional dan pertanyaan review |
| Metode: sumber dan pencarian | 6–7 | Daftar basis data, kata kunci, tanggal pencarian | Pencarian jurnal otomatis di 100.000+ jurnal (Scopus, Sinta, OpenAlex, Crossref) (Starter) | Menyusun string pencarian, mencatat tanggal |
| Metode: kelayakan dan seleksi | 5, 8 | Kriteria inklusi/eksklusi, jumlah reviewer | Fitur Screening; metode PRISMA dan kolaborator tim (Starter) | Memutuskan inklusi atau eksklusi setiap studi |
| Hasil: seleksi studi | 16a–b | Jumlah record per tahap dan alasan eksklusi | Keputusan screening tercatat dalam satu ruang kerja | Menggambar diagram alir dan memeriksa konsistensi angka |
| Hasil: karakteristik dan sintesis | 17, 20 | Tabel ekstraksi data | Sintesis AI sebagai draf awal (hanya Pro) | Membaca teks lengkap, memverifikasi, menulis sintesis |
| Daftar pustaka | – | Sitasi studi terinklusi | Sitasi otomatis (Starter) | Menyesuaikan gaya selingkung jurnal |
| Diskusi dan kesimpulan | 23a–d | Interpretasi dan keterbatasan | Tidak diotomatisasi | Ditulis sepenuhnya oleh peneliti |
Seperti kalimat yang kami pegang: setiap tahap tersambung dalam satu ruang kerja, sehingga keputusan tim tetap konsisten dan proses review mudah dipertanggungjawabkan.
Coba Gratis Sekarang — jurnalflow.com
Gunakan kerangka PICO agar pertanyaan Anda spesifik. Setelah itu, buat proyek baru di JurnalFlow Starter. Paket ini memberi Anda hingga 3 proyek, cukup untuk satu atau beberapa naskah SLR.
Jalankan pencarian jurnal otomatis lintas Scopus, Sinta, OpenAlex, dan Crossref. Catat kata kunci, filter, dan tanggal pencarian karena ketiganya wajib Anda tulis di bagian Metode. Untuk strategi pencarian yang lebih rinci, lihat panduan mencari jurnal Scopus dan Sinta.
Fitur Tren Publikasi dan Peta Koneksi membantu Anda melihat perkembangan topik dan keterkaitan antarstudi. Hasilnya menjadi bahan rasional di Pendahuluan dan konteks pembahasan di Diskusi.
Terapkan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah Anda tetapkan. Undang kolaborator tim, misalnya dosen pembimbing atau rekan peneliti, agar screening dilakukan oleh lebih dari satu reviewer. Catat pula cara Anda menyelesaikan perbedaan pendapat.
Ambil jumlah record di setiap tahap dari catatan screening Anda, lalu gambar diagramnya dengan template diagram alir resmi (tersedia dalam 4 versi, lisensi CC BY 4.0) atau PRISMA2020 Shiny App yang gratis. Panduan lengkapnya ada di artikel diagram PRISMA 2020. Pastikan angka di diagram sama persis dengan angka di teks Hasil.
Baca teks lengkap setiap studi terinklusi. Pengguna Pro dapat memakai Sintesis AI sebagai draf awal tabel ekstraksi dan sintesis; tandai keluaran tersebut sebagai “dihasilkan AI — verifikasi sebelum digunakan” dan periksa kembali dengan teks asli. Pengguna Starter mengekstraksi data secara manual ke tabel.
Susun Metode dan Hasil dari catatan langkah 1 sampai 6. Tulis Pendahuluan dan Diskusi dengan argumen Anda sendiri. Gunakan sitasi otomatis untuk menyiapkan daftar pustaka, lalu sesuaikan dengan gaya selingkung jurnal tujuan.
Penting: laporkan alat yang Anda pakai. PRISMA 2020 item 8, 9, dan 11 meminta penulis melaporkan detail automation tools yang dipakai dalam proses, bila ada. Sebutkan penggunaan JurnalFlow, termasuk fitur AI bila dipakai, di bagian Metode secara transparan.
| Aspek | Manual/alat terpisah | JurnalFlow Starter | JurnalFlow Pro |
|---|---|---|---|
| Biaya | Bergantung alat yang dipakai | Rp0/bulan | Rp98.500/bulan |
| Pencarian | Cari per basis data lalu gabung manual | Pencarian otomatis 100.000+ jurnal | Sama dengan Starter |
| Alur PRISMA | Disusun sendiri di spreadsheet | Metode PRISMA | Sama dengan Starter |
| Kolaborasi | Berbagi file | Kolaborator tim | Kolaborator tim |
| Sitasi | Manual atau manajer referensi terpisah | Sitasi otomatis | Sitasi otomatis |
| Sintesis | Manual | Manual | Sintesis AI sebagai draf awal |
| Jumlah proyek | – | 3 proyek | Tanpa batas |
| Iklan | – | Ada iklan | Bebas iklan |
Alat terpisah yang gratis juga sah dipakai. Zotero, misalnya, adalah pengelola referensi gratis, open source, dan nirlaba dengan 9.000+ gaya sitasi, sedangkan diagram alir dapat dibuat dengan template resmi PRISMA. Untuk daftar pilihan lain per tahap, lihat ulasan aplikasi SLR gratis.
Sebelum menentukan alat, ajukan pertanyaan berikut:
Paket Starter umumnya cukup bila Anda menyiapkan satu sampai tiga naskah SLR, bekerja dalam tim kecil, dan melakukan sintesis secara manual. Paket Pro lebih sesuai bila Anda mengelola banyak proyek paralel, membutuhkan Sintesis AI sebagai draf awal, atau ingin bekerja tanpa iklan.
Jurnal SLR adalah artikel jurnal yang melaporkan systematic literature review: studi yang mengidentifikasi, menyeleksi, dan menyintesis penelitian terdahulu dengan metode eksplisit dan dapat direproduksi.
Rumuskan pertanyaan review, cari literatur secara sistematis, lakukan screening dengan kriteria yang jelas, ekstraksi dan sintesis data, lalu tulis naskah mengikuti checklist PRISMA 2020 bagian per bagian.
PRISMA 2020 tidak menetapkan jumlah minimal studi. Jumlah studi terinklusi bergantung pada pertanyaan review, kriteria kelayakan, dan ketersediaan literatur. Periksa juga ekspektasi jurnal tujuan Anda.
Literature review biasa umumnya bersifat naratif dan pemilihan sumbernya tidak selalu dilaporkan. SLR memakai metode eksplisit, mulai dari strategi pencarian, kriteria inklusi-eksklusi, hingga proses seleksi, sehingga dapat direproduksi oleh peneliti lain.
Bisa. Checklist dan template diagram alir PRISMA 2020 tersedia gratis, Zotero gratis untuk referensi, dan JurnalFlow Starter (Rp0) menyediakan pencarian jurnal otomatis, tren dan koneksi, kolaborator tim, metode PRISMA, serta sitasi otomatis untuk 3 proyek, dengan iklan.
Tidak. JurnalFlow membantu Anda mencari, menyaring, dan memetakan literatur. Di paket Pro, Sintesis AI menyiapkan draf awal yang wajib Anda verifikasi. Penulisan naskah tetap dilakukan oleh peneliti.
Ya. PRISMA 2020 item 8, 9, dan 11 meminta penulis melaporkan detail automation tools yang dipakai dalam proses, bila ada.
Naskah jurnal SLR yang kuat lahir dari proses yang tercatat rapi. PRISMA 2020 memberi kerangkanya, JurnalFlow membantu menyiapkan datanya dari pencarian riset hingga sintesis, dan Anda sebagai peneliti yang menulis serta memutuskan. Siap membuat tinjauan literatur lebih terarah? Mulai proyek SLR pertama Anda di paket Starter Rp0.
Coba Gratis Sekarang — jurnalflow.com