

Systematic literature review yang baik bukan diukur dari banyaknya jurnal yang dirangkum, melainkan dari metodenya: ditetapkan sejak awal, dapat diulang orang lain, dan dilaporkan secara transparan. Artikel ini merangkum tujuh standar mutu yang diakui secara internasional, cara menilai SLR Anda sendiri, dan checklist swa-periksa sebelum naskah dikirim ke jurnal Sinta atau Scopus.
Jika Anda baru mulai, baca dulu panduan SLR untuk skripsi dan tesis bagi pemula. Artikel ini ditujukan bagi Anda yang sudah memahami alurnya dan ingin memastikan naskah memenuhi standar yang dicari reviewer dan editor.
Literature review biasa (naratif) boleh memilih sumber secara bebas sesuai argumen penulis. Systematic review menuntut hal sebaliknya: pertanyaan, kriteria, strategi pencarian, dan metode analisis ditetapkan lebih dulu, lalu dijalankan dan dilaporkan sehingga peneliti lain dapat mereproduksinya.
Cochrane Handbook for Systematic Reviews of Interventions (versi 6.5, 2024) menjelaskan prinsip intinya pada bagian 1.5: keputusan metodologis sebaiknya dibuat sedemikian rupa sehingga tidak dipengaruhi oleh hasil studi yang nantinya ditemukan. Itulah alasan protokol ditulis sebelum review dimulai.
Perlu dibedakan dua jenis standar:
Naskah yang hanya rapi secara pelaporan, tetapi lemah dalam pelaksanaan, tetap mudah dikenali reviewer. Untuk pengantar PRISMA, lihat mengenal metode PRISMA dalam SLR; untuk struktur naskah per bagian, lihat cara membuat jurnal SLR.
Protokol adalah rencana kerja tertulis. Minimal berisi pertanyaan penelitian (misalnya dengan kerangka PICO), kriteria inklusi dan eksklusi, strategi pencarian, metode penilaian risiko bias, dan rencana sintesis. Pedoman pelaporan protokol adalah PRISMA-P, yang diterbitkan pada 2015.
Setelah ditulis, protokol sebaiknya didaftarkan. Cochrane Handbook bagian 1.5 menyebut PROSPERO sebagai register protokol yang membantu mengurangi duplikasi review dan meningkatkan akuntabilitas. Syarat kelayakan dan ketentuan pendaftarannya dapat berubah, jadi periksa langsung di situs PROSPERO sebelum mengajukan.
Untuk topik di luar kesehatan, seperti pendidikan, manajemen, atau sistem informasi, OSF Registries menyediakan template “Generalized Systematic Review” untuk systematic review, scoping review, dan meta-analisis. Registrasi di OSF diberi cap waktu, bersifat read-only, mendapat DOI bila dibuat publik, dan pengajuannya gratis.
Jika di tengah jalan Anda mengubah kriteria atau metode, itu wajar, asalkan perubahan tersebut dan alasannya dilaporkan terbuka di naskah.
PRISMA-S adalah ekstensi PRISMA untuk pelaporan pencarian literatur, terdiri dari 16 item dan terbit pada 2021 di jurnal Systematic Reviews. Fokusnya sederhana: pembaca harus bisa mengulang pencarian Anda.
Cochrane Handbook bab 4 menganjurkan melibatkan pustakawan atau spesialis informasi (4.1) dan meminta strategi pencarian ditelaah oleh spesialis tersebut sebelum dijalankan (4.2.2). Di kampus Indonesia, pustakawan referensi di perpustakaan pusat bisa menjadi mitra yang tepat.
Praktik baik yang perlu terlihat di naskah:
Untuk konteks Indonesia, kombinasikan sumber internasional dan nasional, misalnya Scopus dan Sinta (lihat cara mencari jurnal Scopus dan Sinta). Saring juga sumber bermasalah sejak awal dengan mengenali ciri jurnal predator.
Cochrane Handbook bagian 4.6.4 menyatakan bahwa setidaknya dua orang sebaiknya bekerja secara independen untuk menentukan apakah setiap studi memenuhi kriteria kelayakan. Perbedaan keputusan diselesaikan melalui diskusi atau melibatkan orang ketiga. Untuk ekstraksi data, bab 5 bagian 5.5.2 menyarankan lebih dari satu orang mengekstraksi data dari setiap laporan untuk meminimalkan kesalahan dan bias.
Perhatikan bahwa yang perlu dikerjakan ganda adalah seleksi dan ekstraksi. Bagian 4.2.2 menyebut pencarian itu sendiri tidak perlu dijalankan paralel oleh dua orang.
Bagi mahasiswa S2 yang menulis tesis sendiri, libatkan pembimbing atau rekan sebagai reviewer kedua, setidaknya pada sampel studi, lalu laporkan prosesnya dengan jujur, termasuk cara menyelesaikan perbedaan.
Di tahap ini, fitur Kolaborasi Antar Tim dan Screening & Kelayakan di JurnalFlow membantu dua reviewer menerapkan kriteria yang sama dalam satu ruang kerja. Keputusan inklusi dan eksklusi tetap dibuat oleh peneliti.
Studi yang lolos seleksi belum tentu sama kuatnya. Karena itu, setiap studi perlu dinilai risiko bias atau kualitas metodologisnya, dengan alat yang sesuai desain studi.
| Alat | Untuk desain studi | Sumber |
|---|---|---|
| RoB 2 | Uji acak terkontrol, termasuk varian cluster dan crossover | riskofbias.info |
| ROBINS-I | Studi non-acak tentang intervensi | riskofbias.info |
| ROBINS-E | Studi non-acak tentang paparan | riskofbias.info |
| CASP Checklists (gratis) | SR, RCT, kualitatif, kohort, diagnostik, case control, evaluasi ekonomi, clinical prediction rules, cross-sectional | casp-uk.net |
| JBI Critical Appraisal Tools | RCT, kuasi-eksperimen, kohort, case control, cross-sectional analitik, case report, case series, akurasi uji diagnostik, prevalensi, kualitatif, evaluasi ekonomi, systematic review, bukti tekstual | jbi.global |
Seperti seleksi, penilaian ini sebaiknya dikerjakan dua orang dan dilaporkan per studi dalam tabel atau visualisasi. Situs riskofbias.info menyediakan robvis untuk membuat visualisasi hasil penilaian. Penilaian risiko bias adalah keputusan metodologis peneliti dan dikerjakan dengan pedoman resmi alat tersebut.
Sintesis harus mengikuti rencana di protokol. Bila meta-analisis tidak layak, misalnya karena ukuran hasil terlalu beragam, jelaskan alasannya dan gunakan sintesis naratif yang terstruktur.
Setelah itu, nilai seberapa yakin Anda terhadap temuan. Pendekatan GRADE menilai kepastian bukti dalam empat tingkat: tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Kepastian dapat diturunkan karena risiko bias, imprecision, inkonsistensi, indirectness, dan bias publikasi. Kepastian dapat dinaikkan bila efeknya besar, ada gradien dosis-respons, atau bias residual justru bekerja berlawanan arah dengan efek.
Sintesis AI di JurnalFlow (paket Pro) dapat membantu merangkum dan memetakan temuan sebagai asisten. Perlakukan hasilnya sebagai keluaran AI yang wajib diverifikasi sebelum digunakan, dan penilaian kepastian bukti tetap dilakukan peneliti. Pembahasan lebih lengkap ada di AI untuk literature review.
PRISMA 2020 (Page MJ dkk., terbit 2021 di BMJ 372:n71 dan PLoS Medicine) adalah pedoman pelaporan utama systematic review. Checklist resminya berlisensi CC BY 4.0 dan tersedia dalam format PDF dan Word.
Standar ini terpenuhi bila checklist benar-benar diisi dengan nomor halaman, dilampirkan saat submit, dan setiap butirnya memang tercermin di naskah. Diagram alir saja tidak cukup. Penjelasan struktur naskah per butir ada di cara membuat jurnal SLR, dan panduan diagramnya di diagram PRISMA 2020.
Alur PRISMA dan sitasi otomatis di JurnalFlow membantu menjaga jejak keputusan dari identifikasi sampai screening, sehingga proses review mudah dipertanggungjawabkan saat Anda mengisi checklist.
Standar terakhir menjawab pertanyaan reviewer: “Bisakah saya memeriksa ulang pekerjaan ini?” Sediakan di lampiran atau repositori terbuka seperti OSF:
Lampiran seperti ini juga memudahkan penguji tesis dan disertasi menelusuri keputusan Anda.
AMSTAR 2 adalah instrumen telaah kritis untuk systematic review yang mencakup studi acak dan non-acak tentang intervensi kesehatan. Instrumen ini terdiri dari 16 item (versi awalnya 11 item) dan diterbitkan di BMJ pada 2017.
AMSTAR 2 tidak dimaksudkan menghasilkan skor total. Hasilnya adalah tingkat keyakinan keseluruhan:
Logikanya berguna untuk swa-evaluasi: satu kelemahan mendasar dapat menurunkan keyakinan terhadap seluruh review, meskipun bagian lain sudah rapi. Untuk SLR di bidang pendidikan, manajemen, atau teknik, AMSTAR 2 dan checklist JBI untuk systematic review berguna sebagai cermin, bukan syarat wajib. Di bidang rekayasa perangkat lunak, pedoman Kitchenham juga banyak dirujuk.
Gunakan tabel berikut untuk memeriksa naskah systematic literature review yang baik sebelum dikirim.
| Standar | Yang perlu ada di naskah | Rujukan |
|---|---|---|
| 1. Protokol dan registrasi | Protokol tertulis, nomor registrasi PROSPERO/OSF, pertanyaan PICO, kriteria inklusi/eksklusi eksplisit, perubahan protokol dijelaskan | PRISMA-P, Cochrane 1.5 |
| 2. Pencarian terdokumentasi | Lebih dari satu database, string lengkap, tanggal, filter, jumlah hasil, sumber predator disaring | PRISMA-S |
| 3. Dua reviewer independen | Seleksi dan ekstraksi oleh dua orang, cara menyelesaikan perbedaan | Cochrane 4.6.4, 5.5.2 |
| 4. Risiko bias | Alat sesuai desain studi, hasil per studi dalam tabel atau grafik | riskofbias.info, CASP, JBI |
| 5. Sintesis dan kepastian bukti | Sintesis sesuai rencana, alasan bila tanpa meta-analisis, tingkat kepastian GRADE bila relevan, keterbatasan dibahas | GRADE |
| 6. Pelaporan PRISMA 2020 | Diagram alir, checklist terisi dengan nomor halaman dan dilampirkan | PRISMA 2020 |
| 7. Transparansi data | String pencarian, studi yang dikecualikan beserta alasan, formulir ekstraksi, data analisis di lampiran/OSF | OSF |
JurnalFlow adalah platform systematic literature review berstandar PRISMA yang menyatukan tahap Identifikasi (pencarian di 100.000+ jurnal dari Scopus, Sinta, OpenAlex, dan Crossref), Hubungan dan Tren, Screening & Kelayakan dengan kriteria, serta Sintesis AI sebagai asisten dalam satu ruang kerja.
Registrasi protokol, penilaian risiko bias, GRADE, dan swa-evaluasi AMSTAR 2 tetap Anda kerjakan dengan pedoman resminya. JurnalFlow membantu merapikan alurnya, dengan kontrol keputusan penuh di tangan Anda. Paket Starter Rp0 mencakup 3 proyek, kolaborator tim, metode PRISMA, dan sitasi otomatis. Paket Pro Rp98.500/bulan menambahkan Sintesis AI dan proyek tanpa batas.
Literature review biasa memilih dan merangkum sumber secara naratif. Systematic review menetapkan pertanyaan, kriteria, strategi pencarian, dan metode analisis sejak awal, lalu melaporkannya secara transparan sehingga dapat direproduksi.
Tujuh standar utamanya adalah protokol yang didaftarkan, pencarian terdokumentasi, dua reviewer independen, penilaian risiko bias, sintesis dengan penilaian kepastian bukti, pelaporan PRISMA 2020, dan transparansi data.
Registrasi protokol sangat dianjurkan karena mengurangi duplikasi dan meningkatkan akuntabilitas; periksa juga ketentuan jurnal tujuan Anda. Syarat PROSPERO sebaiknya dicek langsung di situs resminya. Untuk bidang lain, OSF Registries menyediakan template systematic review dengan pengajuan gratis.
Cochrane Handbook menganjurkan minimal dua orang secara independen untuk seleksi dan ekstraksi. Bila Anda menulis sendiri, libatkan pembimbing atau rekan sebagai reviewer kedua, minimal pada sampel, dan laporkan prosesnya dengan jujur.
Pilih sesuai desain studi: RoB 2 untuk uji acak, ROBINS-I untuk studi non-acak intervensi, ROBINS-E untuk studi paparan, serta CASP atau JBI Critical Appraisal Tools untuk berbagai desain lain, termasuk kualitatif.
AMSTAR 2 menilai mutu sebuah systematic review dan menghasilkan tingkat keyakinan dari tinggi sampai sangat rendah. GRADE menilai kepastian bukti untuk suatu temuan dalam empat tingkat: tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah.
Menyusun pertanyaan dan protokol, mendaftarkan protokol, mencari literatur, menyeleksi studi, mengekstraksi data, menilai risiko bias, menyintesis temuan dan kepastian bukti, lalu melaporkan sesuai PRISMA 2020.
Coba Gratis Sekarang — jurnalflow.com
Seluruh sumber dibuka dan diperiksa pada 12 Oktober 2026.
2 Comments
[…] perbedaan hasil antarstudi, tingkat kepastian bukti, serta keterbatasan sintesis Anda. Artikel standar mutu systematic literature review membahas penilaian kepastian bukti dengan GRADE secara […]
[…] Untuk AMSTAR 2 sebagai alat menilai systematic review, lihat ringkasannya di artikel standar mutu systematic literature review. […]