

Merumuskan PICO pertanyaan penelitian adalah langkah pertama yang menentukan arah seluruh systematic literature review (SLR) Anda. Dengan kerangka PICO, pertanyaan yang semula luas menjadi terstruktur, lalu dapat diturunkan menjadi kata kunci, string pencarian Boolean, dan kriteria inklusi-eksklusi. Panduan ini membahas cara merumuskannya, varian kerangka (PICOT, PICOS, PICOC, PICo, SPIDER, PEO), serta contoh lintas bidang untuk skripsi, tesis, maupun artikel jurnal Sinta dan Scopus.
PICO adalah singkatan dari empat elemen pertanyaan penelitian:
Kerangka ini berasal dari praktik berbasis bukti (evidence-based practice) di bidang klinis (West Virginia University Libraries). Fungsinya adalah membuat pertanyaan terstruktur sehingga pencarian, seleksi studi, dan ekstraksi data berjalan konsisten. Covidence menekankan bahwa PICO membantu merencanakan hampir setiap tahap review.
Tidak semua elemen wajib diisi. Panduan WVU menyebut elemen minimal adalah P, I, dan O, sedangkan C (dan T untuk waktu) bersifat opsional. Jika Anda baru memulai, baca dulu panduan cara membuat systematic literature review untuk melihat posisi tahap ini dalam keseluruhan alur SLR.
Pedoman pelaporan PRISMA meminta tujuan dan pertanyaan review dinyatakan secara eksplisit. Pada PRISMA 2009, Moher dkk. menyebut PICOS (participants, interventions, comparisons, outcomes, study design) sebagai acuan pada item tujuan (item 4) dan kriteria kelayakan (item 6) (Moher dkk., 2009, PLoS Medicine). Saat ini, PRISMA 2020 adalah versi pedoman pelaporan terbaru; ulasannya dapat Anda baca di artikel metode PRISMA.
Pertanyaan yang jelas biasanya menghasilkan 2 sampai 5 konsep pencarian (WVU). Konsep inilah yang membuat pencarian dapat direplikasi dan dipertanggungjawabkan, misalnya saat penguji skripsi atau reviewer jurnal menanyakan mengapa artikel tertentu masuk atau tidak masuk ke dalam review Anda.
Bayangkan PICO sebagai benang merah yang menyambungkan empat dokumen dalam protokol SLR: rumusan pertanyaan, string pencarian, kriteria inklusi-eksklusi, dan formulir ekstraksi data. Jika satu elemen berubah, misalnya populasi diperluas dari siswa SMP menjadi siswa sekolah menengah, ketiga dokumen lainnya juga perlu disesuaikan. Tanpa kerangka yang jelas, perubahan semacam ini mudah terlewat dan membuat hasil review sulit dipertanggungjawabkan.
PICO paling cocok untuk pertanyaan efektivitas intervensi. Untuk jenis pertanyaan lain, tersedia beberapa varian:
| Kerangka | Kepanjangan | Cocok untuk | Rujukan |
|---|---|---|---|
| PICO | Population, Intervention, Comparison, Outcome | Efektivitas intervensi | WVU; Covidence |
| PICOT | PICO + Time | Pertanyaan dengan rentang waktu tertentu | WVU; Univ. Sydney |
| PICOS | PICO + Study design | Kriteria kelayakan berdasarkan desain studi | Moher dkk. (2009) |
| PICOC | PICO + Context | Review ekonomi; banyak dipakai di SLR ilmu komputer/rekayasa perangkat lunak | Munn dkk. (2018); Carrera-Rivera dkk. (2022) |
| PICo | Population, phenomena of Interest, Context | Review kualitatif | Munn dkk. (2018); Univ. Sydney |
| SPIDER | Sample, Phenomenon of Interest, Design, Evaluation, Research type | Sintesis kualitatif dan mixed methods | Cooke, Smith & Booth (2012) |
| PEO | Population, Exposure, Outcome | Etiologi atau faktor risiko | Munn dkk. (2018) |
Beberapa catatan penting:
Berikut empat langkah praktis yang dapat Anda ikuti:
Sebagai ilustrasi, pertanyaan awal “Apakah pembelajaran berbasis proyek efektif?” belum menyebut siapa populasinya, apa pembandingnya, dan hasil apa yang diukur. Setelah diisi elemen PICO, pertanyaan tersebut menjadi lebih fokus: pada siswa SMP, dibandingkan pembelajaran ceramah, terhadap keterampilan berpikir kritis. Rumusan seperti ini juga memudahkan Anda menulis bagian tujuan pada proposal skripsi atau tesis.
Rumusan akhir tetap keputusan Anda sebagai peneliti, sebaiknya didiskusikan bersama pembimbing atau tim. Alat bantu, termasuk aplikasi berbasis AI, hanya membantu mencari dan mengelola literatur; ia tidak menggantikan penilaian Anda tentang pertanyaan yang layak diteliti.
PICO tidak hanya untuk keperawatan atau kedokteran. Contoh di bawah menunjukkan penerapannya di beberapa bidang. Contoh pendidikan, manajemen, dan kualitatif adalah contoh ilustrasi buatan penulis, bukan hasil penelitian.
| Bidang | Kerangka | Rumusan elemen |
|---|---|---|
| Kesehatan | PICO | P: pasien diabetes tipe 2; I: diet Mediterania; C: diet standar; O: kontrol glikemik |
| Pendidikan (ilustrasi) | PICO | P: siswa SMP; I: pembelajaran berbasis proyek; C: pembelajaran ceramah; O: keterampilan berpikir kritis |
| Informatika/teknik | PICOC | Mengikuti contoh Carrera-Rivera dkk. (2022) di ranah smart manufacturing, dengan Context sebagai lingkungan penerapan |
| Manajemen (ilustrasi) | PICOC | P: UMKM; I: adopsi pembayaran digital; C: pembayaran tunai; O: kinerja usaha; Context: negara berkembang |
| Kualitatif (ilustrasi) | PICo | P: mahasiswa pascasarjana; phenomena of Interest: pengalaman belajar; Context: pembelajaran daring |
Contoh kesehatan dibahasakan ulang dari contoh CASP. Dari contoh pendidikan, pertanyaan lengkapnya dapat dirumuskan: “Pada siswa SMP, apakah pembelajaran berbasis proyek dibandingkan pembelajaran ceramah meningkatkan keterampilan berpikir kritis?”
Setelah pertanyaan jadi, ubah setiap elemen menjadi konsep pencarian beserta sinonimnya. Siapkan istilah bahasa Inggris untuk basis data internasional seperti Scopus dan padanan bahasa Indonesia untuk jurnal Sinta.
| Elemen | Istilah Inggris | Istilah Indonesia |
|---|---|---|
| P | “junior high”, “middle school” | “siswa SMP”, “sekolah menengah pertama” |
| I | “project-based learning”, PjBL | “pembelajaran berbasis proyek” |
| C | “lecture”, “conventional teaching” | “ceramah”, “pembelajaran konvensional” |
| O | “critical thinking” | “berpikir kritis” |
Aturan penggabungannya: sinonim dalam satu elemen digabung dengan OR, sedangkan antarelemen digabung dengan AND (Carrera-Rivera dkk., 2022). CASP juga menyarankan penggunaan sinonim serta operator AND, OR, dan NOT. Untuk contoh ilustrasi pendidikan, string dasarnya:
("junior high" OR "middle school") AND ("project-based learning" OR PjBL)
Perhatikan bahwa string tersebut hanya memuat elemen P dan I. Ini disengaja. Frandsen dkk. (2020) menemukan bahwa memakai model PICO secara penuh sebagai alat pencarian menghasilkan recall (kemampuan menemukan kembali artikel relevan) yang lebih rendah untuk sebagian elemen, terutama Outcome dan Comparison (Frandsen dkk., 2020, J Clin Epidemiol). Covidence juga menyarankan agar outcome tidak dimasukkan ke pencarian. Outcome lebih tepat dinilai saat screening.
Untuk teknik penelusuran di masing-masing basis data, lihat panduan mencari jurnal Scopus dan Sinta. Setelah kata kunci siap, Anda juga dapat menjalankannya di pencarian jurnal otomatis JurnalFlow yang menjangkau 100.000+ jurnal dari Scopus, Sinta, OpenAlex, dan Crossref.
Menurut Cochrane Handbook bab 3, populasi, intervensi, pembanding, dan jenis studi menjadi dasar kriteria kelayakan, sedangkan outcome jarang dijadikan kriteria inklusi (McKenzie dkk., Cochrane Handbook v6.5, bab 3). Pemetaannya untuk contoh ilustrasi pendidikan:
| Elemen | Kriteria inklusi | Kriteria eksklusi |
|---|---|---|
| P | Siswa SMP | Siswa SD, SMA, atau mahasiswa |
| I | Pembelajaran berbasis proyek | Model pembelajaran lain sebagai intervensi utama |
| C | Pembelajaran ceramah | Tanpa pembanding yang jelas (bila desain mensyaratkan pembanding) |
| S (jenis studi) | Studi empiris | Artikel opini, editorial |
| Non-PICO | Rentang tahun, bahasa, jenis publikasi yang Anda tetapkan | Di luar rentang yang ditetapkan |
Carrera-Rivera dkk. (2022) juga menambahkan kriteria non-PICO seperti tahun dan bahasa. Kriteria ini kemudian dipakai pada screening judul/abstrak dan teks lengkap (Covidence). Pembahasan lengkap dan contohnya ada di artikel kriteria inklusi dan eksklusi.
Setelah pertanyaan PICO dan string pencarian siap, JurnalFlow dapat menjadi asisten Anda pada tahap berikutnya. Anda dapat mencari literatur dari 100.000+ jurnal (Scopus, Sinta, OpenAlex, Crossref), melihat tren publikasi dan peta koneksi, lalu menerapkan kriteria inklusi-eksklusi pada tahap Screening & Kelayakan dalam alur berbasis metode PRISMA. Fitur kolaborator tim membantu Anda dan rekan menyamakan keputusan.
JurnalFlow tidak merumuskan pertanyaan penelitian untuk Anda; kontrol keputusan tetap di tangan peneliti. Paket Starter (Rp0/bulan) mencakup 3 proyek, pencarian jurnal otomatis, tren & koneksi, kolaborator tim, metode PRISMA, dan sitasi otomatis (dengan iklan). Fitur Sintesis AI tersedia di paket Pro (Rp98.500/bulan).
Siap melanjutkan pertanyaan PICO Anda ke tahap pencarian? Coba Gratis Sekarang.
PICO adalah kerangka untuk menyusun pertanyaan review secara terstruktur: Population/Problem, Intervention, Comparison, dan Outcome. Kerangka ini memandu pencarian, seleksi studi, dan ekstraksi data agar konsisten.
PICOT menambahkan elemen T (Time), yaitu rentang waktu intervensi atau pengamatan. Elemen ini opsional dan dipakai bila waktu relevan dengan pertanyaan Anda.
Tidak. Meski berasal dari bidang klinis, PICO dan variannya dapat dipakai di pendidikan, manajemen, maupun informatika. Di ilmu komputer, varian PICOC banyak digunakan.
Gunakan PICo (Population, phenomena of Interest, Context) atau SPIDER (Sample, Phenomenon of Interest, Design, Evaluation, Research type).
Tulis sinonim untuk setiap elemen dalam bahasa Inggris dan Indonesia, gabungkan sinonim dengan OR, lalu gabungkan antarelemen dengan AND. Uji string tersebut di basis data dan sesuaikan bila hasilnya terlalu banyak atau terlalu sedikit.
Tidak. Bukti dari Frandsen dkk. (2020) menunjukkan elemen seperti Outcome dan Comparison dapat menurunkan recall. Umumnya cukup elemen P dan I; outcome dinilai saat screening.
Coba Gratis Sekarang — jurnalflow.com
1 Comment
[…] Sesudah Anda merumuskan pertanyaan penelitian, misalnya dengan kerangka PICO. […]