
Menyusun skripsi atau tesis seringkali menjadi fase yang paling menguras tenaga dan biaya, terutama jika Anda harus melakukan penelitian lapangan, menyebar kuesioner, atau melakukan eksperimen di laboratorium. Namun, tahukah Anda ada metode penelitian yang memungkinkan Anda lulus tanpa harus turun ke lapangan? Metode tersebut adalah Systematic Literature Review (SLR).
Belakangan ini, metode SLR semakin populer di kalangan mahasiswa tingkat akhir dan peneliti. Selain menghemat biaya, publikasi berbasis SLR sangat dihargai di dunia akademis. Jika Anda sedang mencari cara membuat SLR dari nol, Anda berada di tempat yang tepat. Mari pelajari panduan pemulanya!
Secara sederhana, Systematic Literature Review (SLR) adalah metode penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menafsirkan seluruh penelitian yang relevan terhadap suatu pertanyaan penelitian tertentu.
Lalu, apa bedanya dengan Literature Review biasa (seperti yang ada di Bab 2 skripsi)?
Literature Review Tradisional: Cenderung naratif, penulis bebas memilih jurnal apa saja yang ingin dibahas, dan rentan terhadap bias subjektif.
SLR: Sangat terstruktur, transparan, dan sistematis. Penulis harus menggunakan protokol pencarian tertentu (biasanya pedoman PRISMA) sehingga jika orang lain mengulang pencarian tersebut, mereka akan mendapatkan hasil yang sama.
Untuk menghasilkan contoh Systematic Literature Review yang berkualitas dan layak publikasi, Anda harus mengikuti prosedur yang ketat. Berikut adalah 5 tahapan utamanya:
Semuanya dimulai dari pertanyaan yang jelas. Anda tidak bisa sekadar mencari “Dampak Sosial Media”. Anda harus spesifik. Banyak peneliti menggunakan bantuan framework PICOC (Population, Intervention, Comparison, Outcome, Context) untuk merumuskan pertanyaan yang tajam dan fokus.
Setelah pertanyaan terbentuk, langkah selanjutnya adalah berburu jurnal di database bereputasi seperti Scopus, IEEE, PubMed, ScienceDirect, atau Google Scholar. Di tahap ini, Anda harus menggunakan Boolean Operators (AND, OR, NOT) untuk merangkai kata kunci pencarian agar hasil yang didapat benar-benar relevan.
Dari pencarian di atas, Anda mungkin akan menemukan ribuan paper. Tentu Anda tidak akan membaca semuanya! Anda harus menyaringnya menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Misalnya:
Inklusi: Jurnal terbitan 5 tahun terakhir, berbahasa Inggris, studi kasus di Asia.
Eksklusi: Makalah konferensi yang belum di-peer review, tidak memiliki full-text.
(Sering pusing menyortir ratusan jurnal secara manual? Simpan waktu Anda dengan fitur penyaringan cerdas dari JurnalFlow.com yang didesain khusus untuk riset SLR!)
Jurnal yang lolos seleksi kemudian dibedah. Anda harus mengekstrak informasi penting dari setiap paper, seperti nama penulis, tahun, metodologi yang digunakan, hingga hasil penelitian. Biasanya, peneliti memindahkan data ini satu per satu ke dalam tabel Microsoft Excel.
Langkah terakhir adalah menganalisis data yang sudah diekstrak. Temukan pola, persamaan, perbedaan, atau celah penelitian (research gap) yang belum terjawab oleh peneliti-peneliti sebelumnya, lalu tuliskan ke dalam narasi laporan Anda.

Meskipun tidak perlu panas-panasan di lapangan, metode SLR memiliki tantangan yang tak kalah berat: Kelelahan Membaca (Reading Fatigue).
Bayangkan Anda harus mengunduh ratusan PDF jurnal, membacanya satu per satu untuk menyeleksi mana yang relevan, lalu membaca ulang secara detail untuk mengekstrak datanya. Proses manual ini memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Salah memasukkan data atau salah menghitung jumlah jurnal yang dieksklusi bisa membuat diagram PRISMA Anda berantakan dan ditolak oleh dosen atau reviewer.

Di era kecerdasan buatan (AI) saat ini, Anda tidak perlu lagi melakukan semuanya secara manual. Untuk mengatasi mimpi buruk manajemen jurnal di atas, Anda bisa menggunakan JurnalFlow.com.
JurnalFlow adalah tools dan platform pengelolaan jurnal berbasis AI yang dirancang spesifik untuk mendukung penelitian dengan metode SLR PRISMA. Apa saja yang bisa dilakukan AI JurnalFlow untuk Anda?
Otomatisasi Ekstraksi Data: AI akan membaca PDF jurnal Anda dan mengekstrak poin-poin penting (seperti tujuan, metode, hasil) hanya dalam hitungan detik. Selamat tinggal tabel Excel manual!
Manajemen Screening PRISMA: Anda bisa melakukan screening inklusi/eksklusi langsung di dalam platform dengan rapi.
Flowchart Terintegrasi: Platform ini akan membantu mendokumentasikan alur penyaringan Anda agar sesuai dengan standar emas PRISMA secara akurat.
Menulis skripsi atau tesis dengan metode SLR adalah pilihan cerdas bagi Anda yang menginginkan riset yang terstruktur dengan kontribusi akademis yang tinggi. Dengan memahami kelima langkah di atas, Anda sudah memegang fondasi dasar cara membuat SLR.
Jangan biarkan proses seleksi dan membaca ratusan jurnal menghentikan langkah kelulusan Anda. Manfaatkan teknologi AI khusus riset untuk bekerja lebih cepat dan lebih cerdas.
Siap memulai riset SLR Anda tanpa stres? Kunjungi JurnalFlow.com sekarang juga dan rasakan kemudahan merangkum serta mengelola jurnal riset Anda secara otomatis!
11 Comments
[…] Untuk gambaran alur SLR secara utuh dari awal hingga akhir, lihat Cara Membuat Systematic Literature Review untuk Skripsi dan Tesis. […]
[…] Aplikasi SLR berperan sebagai asisten yang merapikan proses tersebut, sedangkan keputusan inklusi dan eksklusi tetap di tangan Anda sebagai peneliti. Jika Anda baru mulai, pelajari dulu alurnya di panduan cara membuat SLR untuk skripsi dan tesis. […]
[…] Perlu ditegaskan sejak awal: tools pembuatan SLR, termasuk yang berbasis kecerdasan buatan, berperan sebagai asisten. Keputusan inklusi, eksklusi, dan interpretasi temuan tetap di tangan Anda sebagai peneliti. Jika Anda baru mengenal metodenya, pelajari dulu langkah membuat SLR untuk skripsi dan tesis. […]
[…] Alur B sepenuhnya mungkin, tetapi kombinasi banyak alat membawa risiko: ekspor-impor berulang, angka di diagram PRISMA mudah tidak konsisten, dan jejak keputusan tersebar di beberapa aplikasi. Apa pun alurnya, catat jumlah rekaman di setiap tahap (teridentifikasi, duplikat dihapus, disaring, dinilai kelayakannya, diinklusikan). Ingat pula bahwa aplikasi apa pun tetap menuntut Anda membaca dan memutuskan sendiri berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditetapkan. Jika Anda baru memulai, baca juga cara membuat SLR untuk skripsi dan tesis. […]
[…] dan O, sedangkan C (dan T untuk waktu) bersifat opsional. Jika Anda baru memulai, baca dulu panduan cara membuat systematic literature review untuk melihat posisi tahap ini dalam keseluruhan alur […]
[…] Diagram yang rapi berasal dari pencatatan yang rapi. Berikut tujuh langkah yang bisa Anda ikuti. Panduan proses SLR secara utuh tersedia di artikel cara membuat SLR untuk skripsi dan tesis. […]
[…] proses SLR dan menuliskannya menjadi naskah jurnal. Proses dasarnya sudah kami bahas di panduan cara membuat SLR untuk skripsi dan tesis. Artikel ini berfokus pada tahap berikutnya: mengubah catatan proses tersebut menjadi naskah yang […]
[…] Anda baru mulai, baca dulu panduan SLR untuk skripsi dan tesis bagi pemula. Artikel ini ditujukan bagi Anda yang sudah memahami alurnya dan ingin memastikan naskah memenuhi […]
[…] ini tidak membahas langkah-langkah SLR secara rinci. Untuk itu, silakan baca panduan membuat SLR untuk pemula dan penjelasan tentang metode […]
[…] Panduan ini tidak mengulang tutorial teknis; untuk itu, baca langkah membuat SLR. […]
[…] Secara garis besar: rumuskan pertanyaan, susun protokol, cari literatur, lakukan screening, ekstraksi data, penilaian kualitas, sintesis, lalu laporkan dengan PRISMA 2020. Panduan lengkapnya ada di artikel cara membuat systematic literature review untuk skripsi dan tesis. […]