

Ekstraksi data systematic literature review adalah tahap mengumpulkan informasi yang sama dari setiap studi yang lolos screening ke dalam satu formulir terstruktur, agar semua studi dapat dibandingkan secara adil. Panduan ini menjelaskan item yang perlu diekstraksi menurut PRISMA 2020 dan Cochrane Handbook, memberi template tabel yang siap disalin beserta contoh pengisiannya, serta cara melakukan pilot testing dan ekstraksi oleh dua reviewer. Di bagian akhir, Anda juga akan melihat bagaimana alur kerja seperti JurnalFlow dapat membantu tahap ini tanpa mengambil alih keputusan Anda sebagai peneliti.
Ekstraksi data adalah proses mencatat informasi kunci dari setiap studi yang terinklusi, misalnya identitas studi, desain, partisipan, variabel, outcome, dan hasil, ke dalam formulir yang sama untuk semua studi. Formulir yang seragam membuat data antarstudi konsisten sehingga siap dianalisis.
Dalam alur SLR, ekstraksi data dilakukan setelah screening judul-abstrak dan penilaian kelayakan teks lengkap (lihat panduan kriteria inklusi dan eksklusi dan diagram PRISMA 2020), lalu sebelum penilaian risiko bias atau kualitas studi dan sintesis.
Mengapa tahap ini penting? Cochrane Handbook bab 5 menegaskan bahwa data yang dikumpulkan harus akurat, lengkap, dan dapat diakses untuk pembaruan review di kemudian hari (bagian 5.1). Handbook yang sama juga mengingatkan bahwa kesalahan ekstraksi jarang terdeteksi oleh peer reviewer (bagian 5.5.2). Artinya, kualitas ekstraksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab tim review.
Perlu dibedakan pula antara ekstraksi dan sintesis. Ekstraksi berarti mengumpulkan dan mencatat apa yang dilaporkan studi. Sintesis berarti menggabungkan, membandingkan, dan menafsirkan data tersebut untuk menjawab pertanyaan penelitian. Mencampur keduanya, misalnya menulis kesimpulan pribadi di kolom hasil, membuat data sulit diverifikasi.
Dua rujukan utama untuk ekstraksi data systematic literature review adalah pernyataan PRISMA 2020 (Page dkk., BMJ 2021;372:n71; teks lengkap di PMC, DOI) dan Cochrane Handbook bab 5 “Collecting data” (Li, Higgins, Deeks; versi 6.5).
PRISMA 2020 mengatur apa yang harus Anda laporkan di bagian metode:
Cochrane Handbook bab 5 mengatur bagaimana ekstraksi dilakukan: gunakan formulir pengumpulan data yang terstruktur (bagian 5.4), uji coba formulir sebelum dipakai (5.4.3), dan libatkan minimal dua orang yang bekerja secara independen untuk mengekstraksi data outcome (5.5.2).
Catatan penting: Cochrane Handbook ditujukan untuk review intervensi kesehatan. Jika SLR Anda berada di bidang pendidikan, manajemen, atau teknik informatika, prinsipnya tetap dapat diadaptasi, tetapi item datanya perlu disesuaikan dengan pertanyaan penelitian Anda. Kerangka seperti PICO untuk merumuskan pertanyaan penelitian membantu menentukan item mana yang relevan.
Tabel 5.3.a Cochrane Handbook mengelompokkan data ke dalam kategori metode studi, partisipan, intervensi, outcome, dan hasil. Berikut adaptasinya untuk SLR lintas bidang:
Sesuaikan daftar ini dengan kerangka pertanyaan Anda, baik PICO, PICo, maupun SPIDER. Prinsipnya sederhana: setiap item yang Anda ekstraksi harus berkaitan dengan pertanyaan penelitian atau dibutuhkan untuk menilai studi.
Salin tabel berikut ke Excel, Google Sheets, atau aplikasi SLR yang Anda gunakan. Satu baris mewakili satu studi.
| No | ID Studi (Penulis, Tahun) | Negara | Desain | Sampel/Partisipan | Intervensi/Variabel | Outcome & Instrumen | Temuan Utama | Keterbatasan | Halaman Sumber | Ekstraktor | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | |||||||||||
| 2 | |||||||||||
| 3 |
Beberapa tips desain formulir berdasarkan Cochrane Handbook bagian 5.4:
Formulir dapat berupa kertas, formulir elektronik, atau sistem khusus. Cochrane menyebut contoh sistem seperti Covidence dan SRDR. Apa pun formatnya, lengkapi dengan kamus data (codebook) singkat: definisi setiap kolom dan cara pengisiannya, agar dua reviewer mengisi dengan cara yang sama. Contoh: “Desain = pilih salah satu: eksperimen, kuasi-eksperimen, survei, studi kasus, kualitatif, lainnya (sebutkan)”.
Misalkan Anda menyusun SLR untuk skripsi atau tesis dengan topik “penggunaan e-learning terhadap motivasi belajar mahasiswa”. Berikut contoh pengisian dua baris.
Contoh ilustrasi, bukan studi nyata. Nama studi dan seluruh angka di bawah ini fiktif dan hanya untuk memperlihatkan cara mengisi formulir.
| No | ID Studi | Negara | Desain | Sampel | Variabel | Outcome & Instrumen | Temuan Utama | Keterbatasan | Halaman Sumber | Ekstraktor | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Studi Ilustrasi A, 2024 (fiktif) | Indonesia | Kuasi-eksperimen | 120 mahasiswa S1 (60 kelompok e-learning, 60 kelompok tatap muka) | E-learning berbasis LMS selama 1 semester vs. pembelajaran tatap muka | Motivasi belajar; kuesioner skala Likert; diukur di akhir semester | Skor motivasi kelompok e-learning lebih tinggi | Sampel dari satu kampus | Metode hlm. 4; Tabel 2 hlm. 7 | R1 | Sumber pendanaan: tidak dilaporkan |
| 2 | Studi Ilustrasi B, 2023 (fiktif) | Malaysia | Survei potong lintang | 300 mahasiswa | Intensitas penggunaan e-learning | Motivasi belajar; instrumen: tidak dilaporkan | Hubungan positif antara intensitas penggunaan dan motivasi | Data dilaporkan sendiri oleh responden | Hasil hlm. 9 | R1 | Instrumen tidak dijelaskan; pertimbangkan menghubungi penulis |
Perhatikan tiga hal dari contoh di atas:
Cochrane Handbook bagian 5.4.3 menyatakan bahwa formulir pengumpulan data perlu diuji coba secara menyeluruh sebelum digunakan, oleh beberapa ekstraktor pada beberapa artikel. Langkah praktisnya:
Bagian 5.5.3 juga menganjurkan pelatihan ekstraktor di awal dan secara berkala, terutama bila tim terdiri atas mahasiswa yang baru pertama kali menyusun SLR.
Menurut Cochrane Handbook bagian 5.5.2, minimal dua orang perlu bekerja secara independen untuk mengekstraksi data outcome; untuk karakteristik studi, cara ini juga sangat dianjurkan. Langkah yang disarankan (bagian 5.5.5):
Jika informasi penting tidak tersedia, hubungi penulis studi (bagian 5.2.3) dan laporkan prosesnya sesuai PRISMA item 9. Bila data hanya disajikan dalam grafik, bagian 5.5.8 menyebut bahwa data dapat didigitasi dengan perangkat lunak seperti WebPlotDigitizer.
Bagaimana dengan skripsi S1 yang dikerjakan sendiri? Jujurlah di bagian metode bahwa ekstraksi dilakukan oleh satu orang, minta pembimbing atau rekan memeriksa sampel studi, dan laporkan prosedurnya sesuai PRISMA item 9. Transparansi seperti ini jauh lebih baik daripada mengklaim proses yang tidak dilakukan.
AI dapat membantu ekstraksi data systematic literature review, tetapi perannya adalah asisten, bukan pengganti reviewer. PRISMA 2020 item 9 meminta Anda melaporkan detail alat otomatisasi bila digunakan, jadi penggunaan AI wajib dicatat di bagian metode.
Di JurnalFlow, ekstraksi merupakan bagian dari alur empat langkah dalam satu ruang kerja: 01 Identifikasi (temukan literatur) · 02 Hubungan dan Tren · 03 Screening & Kelayakan (terapkan kriteria) · 04 AI Extraction (Sintesis AI). Pada langkah keempat, Sintesis AI membantu Anda menyusun draf dari studi yang sudah lolos screening, dengan kontrol keputusan penuh tetap di tangan Anda.
Beberapa hal yang perlu Anda pegang:
Soal paket: paket Starter (Rp0/bulan) mencakup pencarian jurnal otomatis, tren dan koneksi, kolaborator tim, metode PRISMA, dan sitasi otomatis. Fitur Sintesis AI tersedia di paket Pro (Rp98.500/bulan). Untuk melihat alur lengkapnya, baca cara membuat jurnal SLR dengan JurnalFlow.
Ekstraksi data yang baik bertumpu pada lima kebiasaan: formulir terstruktur yang dirancang sebelum membaca studi, pilot testing, ekstraksi oleh dua reviewer secara independen, pencatatan lokasi sumber, dan pelaporan proses sesuai PRISMA 2020 item 9 dan 10. Setelah tabel ekstraksi selesai, Anda siap melangkah ke penilaian kualitas studi dan sintesis. Untuk gambaran tahap-tahap SLR dari awal sampai akhir, lihat panduan membuat SLR untuk skripsi dan tesis.
Ekstraksi data adalah proses mencatat informasi yang sama dari setiap studi terinklusi, seperti identitas studi, metode, partisipan, variabel, outcome, dan hasil, ke dalam formulir terstruktur agar studi dapat dibandingkan dan disintesis.
Minimal identitas studi, desain, sampel atau partisipan, intervensi atau variabel, outcome beserta instrumennya, temuan utama, keterbatasan, dan lokasi sumber (halaman atau tabel). Sesuaikan dengan kerangka PICO, PICo, atau SPIDER penelitian Anda.
Cochrane Handbook menganjurkan minimal dua orang bekerja secara independen untuk data outcome, dan sangat dianjurkan pula untuk karakteristik studi. Jika Anda bekerja sendiri, jelaskan keterbatasan ini di bagian metode dan minta pembimbing atau rekan memeriksa sebagian data.
Ekstraksi mengumpulkan apa yang dilaporkan setiap studi tanpa penafsiran. Sintesis menggabungkan, membandingkan, dan menafsirkan data hasil ekstraksi untuk menjawab pertanyaan penelitian.
Gunakan AI sebagai asisten di tahap tertentu, misalnya pencarian, screening, atau penyusunan draf ekstraksi, lalu verifikasi setiap hasilnya terhadap teks asli. Catat alat yang digunakan di bagian metode sesuai PRISMA 2020 item 9. Keputusan inklusi dan isi akhir tetap ditentukan peneliti.
Dalam SLR, data dikumpulkan dari studi yang lolos seleksi menggunakan formulir ekstraksi terstruktur yang sudah diuji coba, idealnya oleh dua reviewer independen. Prosesnya, termasuk cara menangani data yang hilang, dilaporkan di bagian metode.
Coba Gratis Sekarang — jurnalflow.com
2 Comments
[…] studi, populasi, konsep yang dikaji, konteks, dan temuan utama. Teknik pencatatannya mirip dengan ekstraksi data pada SLR, tetapi tanpa kolom penilaian […]
[…] Ekstraksi data […]