

Cara membaca jurnal dengan cepat dimulai dari menentukan tujuan membaca: memahami satu artikel secara mendalam atau menyaring ratusan artikel untuk tinjauan literatur. Untuk memahami satu artikel, Anda cukup melakukan skimming mengikuti struktur IMRaD. Untuk systematic literature review (SLR), Anda memerlukan prosedur screening judul dan abstrak yang konsisten, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Artikel ini membahas keduanya secara berurutan.
Sebagian besar artikel jurnal empiris mengikuti pola IMRaD: Introduction, Methods, Results, and Discussion. Karena polanya dapat ditebak, Anda tidak perlu membaca dari halaman pertama sampai terakhir. Langkah-langkah membaca jurnal yang efisien biasanya seperti ini:
Teknik ini efektif saat Anda membaca beberapa artikel untuk Bab 2 skripsi. Namun, ketika pencarian di Scopus, Sinta, dan basis data lain menghasilkan ratusan record untuk SLR, pendekatannya perlu diubah.
Tips umum seperti skimming dan membaca abstrak lalu kesimpulan cocok untuk memahami isi satu jurnal. Saat menyusun SLR untuk tesis atau artikel yang ditargetkan ke jurnal Sinta maupun Scopus, situasinya berbeda: Anda menghadapi ratusan hingga ribuan record hasil pencarian. Tujuan membaca pada tahap ini bukan memahami seluruh isi, melainkan memutuskan relevansi: apakah record ini memenuhi kriteria atau tidak.
Tahap ini dikenal sebagai screening judul dan abstrak. Dalam diagram PRISMA 2020, screening judul-abstrak berada setelah penghapusan duplikat dan sebelum penilaian teks lengkap. Artinya, kualitas keputusan Anda di tahap ini menentukan studi mana yang sampai ke tahap analisis.
Perbedaan utamanya dapat diringkas sebagai berikut.
| Aspek | Membaca untuk memahami | Membaca untuk menyaring (screening) |
|---|---|---|
| Jumlah artikel | Satu hingga beberapa | Ratusan hingga ribuan record |
| Pertanyaan utama | Apa isi dan temuan artikel ini? | Apakah record ini memenuhi kriteria? |
| Bagian yang dibaca | Abstrak, kesimpulan, tabel, Methods | Judul dan abstrak saja |
| Hasil | Catatan dan pemahaman | Keputusan include/exclude yang terdokumentasi |
Membaca abstrak dengan cepat jauh lebih mudah jika Anda tahu di mana informasi kunci berada. Menurut U.S. National Library of Medicine (NLM), abstrak terstruktur adalah abstrak yang memiliki bagian-bagian berlabel, misalnya Introduction, Methods, Results, dan Discussion, sehingga pembaca dapat memahaminya dengan cepat. NLM juga mencatat bahwa format IMRaD umum dipakai sebagai struktur abstrak jurnal.
Gunakan peta cepat berikut saat membaca abstrak terstruktur:
Banyak jurnal, termasuk sebagian jurnal nasional, masih memakai abstrak tidak terstruktur berupa satu paragraf. Dalam kasus ini, cari empat kalimat kunci: kalimat tujuan (“penelitian ini bertujuan…”), kalimat desain (“menggunakan metode…”), kalimat sampel (“sebanyak … responden”), dan kalimat temuan (“hasil menunjukkan…”). Keempat kalimat itu biasanya cukup untuk keputusan screening.
Membaca cepat tanpa kriteria tertulis hanya akan menghasilkan keputusan yang berubah-ubah. Karena itu, siapkan kriteria inklusi dan eksklusi sebelum membuka record pertama. Kriteria tersebut sebaiknya diturunkan dari pertanyaan penelitian PICO (atau PICo untuk penelitian kualitatif) agar setiap keputusan terhubung dengan tujuan review.
Agar praktis, ubah setiap kriteria menjadi pertanyaan ya/tidak yang bisa dijawab dari abstrak. Misalnya, untuk SLR tentang pembelajaran daring pada mahasiswa:
Cochrane Handbook versi 6.5.1 bab 4 (bagian 4.6.4) menyarankan agar kriteria kelayakan diuji coba lebih dulu menggunakan formulir. Dalam praktik, Anda dapat memilot kriteria pada sampel kecil record, lalu memperjelas kriteria yang sering menimbulkan keraguan sebelum screening penuh dimulai.
Kecepatan dalam screening tidak berasal dari membaca lebih cepat per kata, melainkan dari urutan baca yang tetap. Dengan urutan yang sama untuk setiap record, Anda berhenti begitu menemukan alasan eksklusi yang jelas.
Beberapa kebiasaan praktis juga membantu menjaga kecepatan dan konsistensi:
Setiap record diberi salah satu dari tiga keputusan kerja. Include jika abstrak tampak memenuhi kriteria. Exclude hanya jika abstrak jelas tidak memenuhi kriteria. Maybe jika informasi di abstrak belum cukup untuk memutuskan.
Aturan untuk kategori ragu cukup jelas. Cochrane Handbook (bagian 4.6.3) menyarankan agar teks lengkap diambil apabila masih ada keraguan pada tahap judul-abstrak. Dengan kata lain, record yang masuk kategori maybe sebaiknya diloloskan ke tahap teks lengkap, bukan dibuang.
Pencatatan alasan juga penting. Menurut Cochrane (bagian 4.6.4), alasan eksklusi dicatat pada tahap teks lengkap. PRISMA 2020 item 16b juga meminta penulis menyebutkan studi yang tampak memenuhi kriteria tetapi dieksklusi, beserta alasannya. Mencatat alasan singkat sejak screening judul-abstrak tetap berguna untuk diskusi tim, meskipun pelaporan formal dilakukan di tahap teks lengkap.
Tabel berikut adalah ilustrasi dengan abstrak fiktif, bukan data penelitian nyata. Kriterianya: mahasiswa perguruan tinggi, pembelajaran daring, studi empiris, outcome hasil belajar.
| Record (fiktif) | Ringkasan abstrak | Keputusan | Alasan |
|---|---|---|---|
| A | Survei terhadap mahasiswa tentang pembelajaran daring dan nilai akhir semester | Include | Populasi, intervensi, desain, dan outcome sesuai |
| B | Studi eksperimen pembelajaran daring pada siswa sekolah dasar | Exclude | Populasi tidak sesuai |
| C | Editorial tentang masa depan kuliah daring | Exclude | Bukan studi empiris |
| D | Studi kualitatif pengalaman dosen dan mahasiswa dalam kuliah daring; outcome tidak disebutkan di abstrak | Maybe | Outcome belum jelas, perlu teks lengkap |
Cochrane Handbook (bagian 4.6.3) menyarankan agar judul dan abstrak dinilai oleh minimal dua orang secara independen. Ketidaksepakatan di antara keduanya diselesaikan melalui diskusi atau dengan melibatkan orang ketiga. Cochrane juga menyarankan agar teks lengkap dinilai minimal oleh dua orang secara independen.
Bagian pelaporan pun perlu disiapkan sejak awal. PRISMA 2020 item 8 (selection process) meminta Anda menjelaskan metode seleksi, termasuk berapa reviewer yang menyaring setiap record dan report, apakah mereka bekerja secara independen, dan detail alat otomasi bila digunakan. Item 16a meminta Anda melaporkan hasil pencarian dan seleksi dari jumlah record teridentifikasi hingga studi yang diinklusi, idealnya dengan diagram alir.
Bagaimana jika skripsi atau tesis Anda dikerjakan sendiri? Jelaskan secara jujur di bagian metode bahwa screening dilakukan oleh satu peneliti, lalu uraikan langkah yang Anda ambil untuk mengurangi risiko kesalahan, misalnya meminta pembimbing atau rekan menilai sebagian record secara independen dan membahas perbedaan keputusan. Cara ini lebih dapat dipertanggungjawabkan daripada tidak menyebutkan proses seleksi sama sekali.
Membaca cepat rentan terhadap jalan pintas mental. Beberapa hal yang perlu diwaspadai:
Mengelola ratusan record di spreadsheet atau dokumen terpisah sering menyulitkan, terutama ketika dua reviewer bekerja bersamaan. Di sinilah ruang kerja digital membantu.
JurnalFlow adalah platform Systematic Literature Review berstandar PRISMA dengan alur empat langkah: Identifikasi, Hubungan dan Tren, Screening & Kelayakan, serta AI Extraction. Pada langkah Screening & Kelayakan, Anda menerapkan kriteria terhadap record yang berasal dari pencarian di 100.000+ jurnal (Scopus, Sinta, OpenAlex, Crossref). Fitur Kolaborasi Antar Tim memungkinkan dua reviewer bekerja dalam satu ruang kerja, sehingga keputusan tim tetap konsisten dan proses review mudah dipertanggungjawabkan.
AI dalam JurnalFlow berperan sebagai asisten. Keputusan include atau exclude tetap di tangan Anda sebagai peneliti. Paket Starter (Rp0/bulan) sudah mencakup kolaborator tim dan metode PRISMA. Jika Anda sedang membandingkan pilihan alat, baca juga ulasan aplikasi screening SLR (alternatif Rayyan).
Gunakan daftar berikut sebelum dan selama screening:
Setelah screening teks lengkap selesai, langkah berikutnya adalah ekstraksi data SLR dari studi yang diinklusi.
Mulailah dengan judul dan abstrak, lalu lompat ke kesimpulan, pindai tabel dan gambar, dan baca Methods hanya jika artikel relevan. Untuk SLR, gunakan kriteria inklusi dan eksklusi tertulis dan urutan baca yang tetap agar setiap record dinilai secara konsisten.
Langkah umumnya adalah membaca judul dan abstrak, membaca kesimpulan, memindai subjudul, tabel, dan gambar, membaca Methods secara teliti bila diperlukan, lalu mencatat poin penting dengan kata-kata sendiri beserta sitasinya.
Hanya judul dan abstrak. Fokuskan perhatian pada populasi atau konteks, desain studi, dan outcome, lalu cocokkan dengan kriteria. Teks lengkap baru dibaca pada tahap berikutnya untuk record yang diinklusi atau masih meragukan.
Cochrane Handbook menyarankan minimal dua orang menilai judul dan abstrak secara independen, dengan ketidaksepakatan diselesaikan lewat diskusi atau orang ketiga. Jika Anda bekerja sendiri, laporkan hal itu sesuai PRISMA 2020 item 8 dan libatkan pembimbing atau rekan untuk menilai sebagian record.
Loloskan artikel tersebut ke tahap teks lengkap. Cochrane menyarankan agar teks lengkap diambil bila masih ada keraguan pada tahap judul-abstrak, sehingga studi yang relevan tidak terbuang terlalu dini.
Screening yang baik bergantung pada kriteria yang jelas, urutan baca yang konsisten, dan pencatatan yang rapi. JurnalFlow menyediakan satu ruang kerja untuk mencari, menyaring, memetakan, dan menyintesis literatur, dengan kontrol keputusan penuh di tangan Anda.
Coba Gratis Sekarang — jurnalflow.com
Sumber rujukan: