

Ketika menulis tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review / SLR), tantangan terbesar bukan hanya mencari artikel, melainkan membuktikan bahwa metode seleksi yang Anda jalankan transparan, objektif, dan dapat diulang (replicable). Di sinilah metode PRISMA hadir sebagai pedoman utama.
Bagi mahasiswa yang sedang menggarap skripsi/tesis maupun dosen yang menargetkan jurnal terindeks Scopus atau Sinta 1 & 2, memahami PRISMA bukan lagi opsi, melainkan kewajiban metodologis.
PRISMA merupakan singkatan dari Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses. Pedoman ini dirancang oleh para peneliti global untuk membantu penulis melaporkan secara transparan alasan riset dibuat, apa saja sumber data yang dicari, serta bagaimana data tersebut disaring hingga dianalisis.
Secara visual, PRISMA paling dikenal melalui diagram alirnya (flowchart diagram) yang memetakan nasib setiap paper: berapa dokumen yang ditemukan, berapa yang terduplikasi, berapa yang dieksklusi, hingga berapa paper akhir yang layak dianalisis.

Banyak manuskrip SLR ditolak pada tahap desk review karena reviewer melihat adanya bias seleksi. Editor jurnal menyukai PRISMA karena:
Transparansi: Setiap alasan penghapusan jurnal tercatat secara terbuka.
Bebas Bias Subjektif: Peneliti tidak bisa sembarangan memilih jurnal yang hanya mendukung argumen pribadinya.
Kredibilitas Ilmiah: Memenuhi standar pelaporan internasional sehingga hasil tinjauan memiliki bobot rujukan yang tinggi.
Penerapan PRISMA mencakup empat fase sekuensial yang tidak boleh tertukar:
Tahap pengumpulan basis data literatur dari berbagai academic database seperti Scopus, Web of Science, PubMed, atau IEEE Xplore. Seluruh catatan diekspor (biasanya format RIS/CSV), kemudian catatan duplikat dihapus (deduplication).
Menilai artikel yang tersisa berdasarkan judul dan abstrak. Paper yang jelas tidak memenuhi parameter penelitian langsung dieleminasi pada tahap ini.
Mengunduh naskah lengkap (full-text) dari artikel yang lolos tahap screening. Setiap dokumen dibaca kritis untuk memastikan kepatuhan terhadap kriteria inklusi dan eksklusi yang telah dirumuskan.
Kumpulan artikel final yang siap diekstraksi variabelnya dan disintesis ke dalam narasi pembahasan atau meta-analisis.
Kendala klasik peneliti saat mempraktikkan PRISMA secara manual adalah mencatat pergeseran angka di setiap tahap ke dalam spreadsheet sambil membaca satu demi satu dokumen PDF. Kesalahan hitung di satu kotak diagram akan menggugurkan validitas data lainnya.
Melalui platform JurnalFlow.com, tahapan ini diotomatisasi secara terstruktur:
Penyaringan Berbasis AI: Membantu memilah kriteria inklusi dan eksklusi pada tahap screening dan eligibility secara instan.
Diagram Otomatis: Perhitungan angka di setiap fase PRISMA terdokumentasi otomatis ke dalam format diagram siap pakai.
Ekstraksi Terpusat: Menghubungkan paper yang lolos (Included) langsung ke matriks sintesis tanpa perlu input manual ke Excel.
6 Comments
[…] Dalam pedoman pelaporan PRISMA 2020, kriteria ini disebut eligibility criteria (kriteria kelayakan) dan wajib dilaporkan secara eksplisit di bagian metode (item 5 daftar periksa PRISMA 2020). Jika Anda belum familier dengan PRISMA, baca terlebih dahulu Mengenal Metode PRISMA: Standar Emas dalam Penulisan SLR. […]
[…] Menurut prisma-statement.org, diagram alir PRISMA menggambarkan alur informasi melalui tahap-tahap sebuah tinjauan sistematis: berapa record yang diidentifikasi, berapa yang disertakan dan dikeluarkan, serta apa alasan eksklusinya. Jika Anda belum familiar dengan PRISMA secara umum, baca dulu artikel kami tentang metode PRISMA. […]
[…] ada dua hal yang perlu diluruskan. Pertama, yang dibahas di sini adalah aplikasi untuk SLR dengan metode PRISMA, bukan aplikasi edit foto bernama “Prisma”. Kedua, PRISMA 2020 bukan aplikasi. Menurut […]
[…] SLR berbasis PRISMA 2020 dapat dibagi menjadi empat tahap kerja. Jika belum familiar, baca panduan mengenal metode PRISMA dan cara menyusun diagram PRISMA […]
[…] review yang sistematis umumnya mengikuti tahapan yang dilaporkan dengan metode PRISMA. Berikut peran AI di setiap […]
[…] Laporkan secara transparan. Jelaskan di bagian metode bagaimana kuartil dipakai, sumbernya, dan tahunnya. Panduan lengkap penyusunan SLR ada di artikel cara membuat systematic literature review untuk skripsi dan tesis, sedangkan prinsip pelaporan PRISMA 2020 dibahas di artikel mengenal metode PRISMA. […]